Natasha Pramudita Mendadak Dangdut, Eksplorasi Musik Baru

Beritareportase.com – Di tengah arus industri musik yang kerap menuntut konsistensi citra, Natasha Pramudita justru memilih jalan sebaliknya. Lewat single terbarunya, Mendadak Dangdut, ia membuka ruang dialog baru antara pengalaman panjang, keberanian artistik, dan kesediaan untuk belajar ulang.

Lagu ini diperkenalkan kepada publik dalam sebuah press conference yang digelar di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan (16/02/2026). Bagi Natasha Pramudita, perilisan Mendadak Dangdut bukan sekadar pergantian genre, melainkan sebuah proses membaca ulang makna bermusik yang selama ini ia jalani.

Selama puluhan tahun, Natasha Pramudita dikenal melalui karakter vokal rock yang tegas serta karya-karya religi yang sarat refleksi. Dangdut, dalam konteks itu, hadir sebagai wilayah yang sama sekali berbeda dan asing, namun justru menggugah.

Natasha Pramudita Mendadak Dangdut, Eksplorasi Musik Baru

“Saya enggak pernah nyanyi dangdut sebelumnya. Karena itu saya memilih menyanyikannya dengan gaya saya sendiri, tanpa harus meniru siapa pun,” ujar Natasha Pramudita.

Pendekatan tersebut membuat Mendadak Dangdut terdengar personal. Bukan dangdut yang berupaya menyesuaikan diri dengan pakem vokal tertentu, melainkan dangdut yang dibaca melalui pengalaman musikal Natasha Pramudita.

Judul Mendadak Dangdut lahir apa adanya. Diciptakan oleh Janner Clay Siahaan, judul ini sempat diperdebatkan sebelum akhirnya dipertahankan.

Alih-alih menjadi gimmick, judul tersebut justru menjadi pengakuan jujur atas situasi yang dialami sang penyanyi, seorang musisi yang “mendadak” memasuki genre yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.

Menariknya, lagu ini bukan karya baru. Janner Clay Siahaan menulis Mendadak Dangdut pada 2018 saat berada di Amerika Serikat. Dalam suasana musim semi yang dingin dan sunyi, lagu ini lahir dari momen jeda, kemudian tersimpan cukup lama hingga akhirnya menemukan rumahnya di suara Natasha Pramudita pada 2026.

Natasha Pramudita Mendadak Dangdut, Eksplorasi Musik Baru

Secara tematik, Mendadak Dangdut tidak berbicara tentang dangdut sebagai gaya hidup atau euforia semata. Lagu ini justru membawa pesan tentang keberanian mencoba dan keteguhan untuk berusaha.

Salah satu lirik yang paling beresonansi bagi Natasha Pramudita  adalah kalimat “Aku jadi tertantang jadi bintang.” Bagi dirinya, frasa tersebut terasa seperti refleksi personal atas perjalanan panjang yang telah ia lalui.

Dari panggung rock bersama John Paul Ivan dan Bondan Prakoso, hingga karya-karya religi yang menenangkan, Natasha Pramudita kini berdiri di titik baru, bukan untuk meninggalkan masa lalu, tetapi untuk menambahkan lapisan baru pada identitas musikalnya.

Proses produksi Mendadak Dangdut berlangsung cepat dan spontan. Natasha Pramudita bahkan menyebutnya sebagai “proyek Roro Jonggrang”, sebuah istilah yang menggambarkan tempo kerja yang nyaris tanpa jeda.

Single ini diproduksi oleh Natasha Pramudita bersama Edward Mamahit, dan dirilis melalui label Suara Cipta Nada. Aransemen yang sederhana namun efektif membuat lagu ini terasa ringan, mudah dicerna, dan tetap menjaga karakter vokal sang penyanyi.

Natasha Pramudita Mendadak Dangdut, Eksplorasi Musik Baru

Lewat Mendadak Dangdut, Natasha Pramudita tidak berusaha menjadi “penyanyi dangdut baru”. Ia justru menghadirkan dialog antara pengalaman, genre, dan keberanian personal.

Single ini menjadi pengingat bahwa musik bukan sekadar soal kategori, melainkan tentang proses memahami diri, membaca ulang tantangan, dan memberi ruang bagi kemungkinan-kemungkinan baru. Dalam konteks itu, Mendadak Dangdut hadir bukan sebagai kejutan sesaat, melainkan sebagai pernyataan bahwa eksplorasi seni selalu layak dirayakan. (cahyo)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours