Beritareportase.com – Malam sering kali datang bersama sinyal yang naik-turun. Di sebuah sudut Kalimantan, kamera ponsel menyala, gitar disandarkan di pangkuan, dan suara mulai mengalun. Di layar kecil itu, ratusan hingga ribuan pasang mata menunggu. Di sanalah Djailani berdiri sendiri, namun tidak pernah benar-benar sendiri.
Djailani berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tanah yang dikenal sebagai Bumi Tambun Bungai. Musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak sekolah menengah pertama. Tapi seperti banyak musisi daerah lainnya, perjalanan tidak selalu dimulai dari panggung besar atau studio megah. Ia tumbuh dari proses panjang, dari latihan sederhana, hingga akhirnya menemukan ruang baru di dunia live streaming.
Platform TikTok menjadi panggung bergerak baginya. Bukan satu tempat, bukan satu kota. Djailani memilih berjalan menyusuri kabupaten demi kabupaten di Kalimantan, membuka live, bernyanyi, berbagi cerita, dan membangun kedekatan dengan penonton yang bahkan belum pernah ia temui secara langsung.

Dari perjalanan itulah lahir single keduanya, “Sebuah Arti”. Lagu ini bukan sekadar kelanjutan dari single debut “Kini Aku Milikmu”, melainkan sebuah catatan perjalanan. Tentang rasa lelah yang dipendam, tentang mimpi yang tetap dijaga, dan tentang keyakinan bahwa setiap langkah, sejauh apa pun, selalu membawa makna.
“Sebuah Arti” diciptakan oleh Djailani bersama Trivaqala, yang juga bertindak sebagai music director. Proses kreatifnya berangkat dari pengalaman nyata live tour TikTok keliling Kalimantan, perjalanan panjang yang menguras tenaga namun penuh cerita. Lagu ini lahir bukan dari imajinasi kosong, tetapi dari jalan berliku yang benar-benar ditempuh.
Liriknya terasa jujur dan apa adanya. Tentang jalan berliku yang harus dilalui sendiri. Tentang lelah yang tidak menghentikan langkah. Tentang mimpi yang terus dikejar, meski jarak terasa semakin panjang.
“Kadang lelah, tetap ku tempuh, mengejar mimpi,” bukan sekadar baris lagu, melainkan pengakuan.
Namun “Sebuah Arti” tidak berhenti pada cerita tentang diri sendiri. Lagu ini didedikasikan untuk para penonton live TikTok, mereka yang hadir di balik layar, memberi dukungan, komentar, dan semangat. Djailani membawa lagu ini sebagai hadiah: sinar untuk menerangi dunia, tawa untuk menghapus luka, dan ruang untuk menari bersama, meski hanya lewat layar ponsel.

Dalam lanskap musik digital yang serba cepat, Djailani memilih jalur yang lebih sunyi namun jujur. Ia berjalan, bernyanyi, dan mencatat hidupnya dalam nada. “Sebuah Arti” menjadi bukti bahwa musik tak selalu lahir dari kemewahan, kadang ia lahir dari lelah, dari perjalanan panjang, dan dari keyakinan untuk terus melangkah.
Dan selama kamera masih menyala, sinyal masih ada, dan mimpi belum padam, Djailani akan terus berjalan. Mencari arti, satu lagu pada satu perjalanan. (cahyo)

+ There are no comments
Add yours