Jakarta ! BeritaReportase.com –
Menghadirkan tiga Ketua Umum dari organisasi berbeda yang berkolaborasi dalam satu forum resmi. Mereka adalah Nana Mardiana dari Kapita, Annisa Queen dari Sehati, serta Dhea Bacan dari PJSI. Dan menjadi titik penting penguatan solidaritas perempuan, sekaligus deklarasi komitmen bersama: “No Gibah, No Julid, No Sirik.” Inilah komunitas perempuan tangguh yang tergabung dalam grup TSS.
Lewat forum silaturahmi yang digelar hangat dan penuh semangat kebersamaan di Jakarta. Ketiganya dikenal sebagai figur perempuan inspiratif dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat, konsisten dalam kegiatan sosial, dan aktif membangun jejaring pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.
Forum ini bukan sekadar ajang temu kangen. Agenda yang dibahas bersifat strategis dan terukur. Salah satu rencana yang disepakati adalah penyelenggaraan konser mini yang akan melibatkan partisipasi aktif anggota TSS serta komunitas pendukung.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi, penguatan mental, dan pemberdayaan potensi kreatif perempuan.

“Ini adalah momen silaturahmi dan kebersamaan dalam menjaga persahabatan. Kami ingin membangun komunitas yang positif, tanpa gibah, tanpa saling menjatuhkan,” ujar Annisa Queen secara tegas.
Pernyataan tersebut menegaskan arah gerakan TSS Jakarta sebagai wadah kolaborasi perempuan yang menjunjung tinggi etika komunikasi, profesionalisme organisasi, dan solidaritas tanpa konflik sosial yang tidak produktif.
Pembentukan grup baru TSS dilandasi keinginan kuat untuk menghadirkan ruang komunikasi yang sehat dan produktif.
Secara historis, TSS telah dirintis cukup lama oleh para single mom yang memiliki semangat bertumbuh bersama. Namun, pertemuan tiga ketua umum dalam satu forum resmi menjadi tonggak baru yang memperkuat struktur organisasi, memperjelas visi, dan mempertegas arah gerakan komunitas.
Kolaborasi Nana Mardiana, Annisa Queen, dan Dhea Bacan mencerminkan sinergi kepemimpinan yang solid.
Karena setiap pemimpin membawa pengalaman organisasi, jaringan luas, serta gagasan inovatif untuk memastikan program berjalan sistematis, profesional, dan transparan.
Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan publik akan komunitas perempuan yang kredibel dan berintegritas.

Deklarasi “No Gibah, No Julid, No Sirik” bukan sekadar slogan. Prinsip tersebut menjadi fondasi moral gerakan TSS.
Komitmen ini lahir sebagai respons atas dinamika sosial yang kerap diwarnai prasangka dan persaingan tidak sehat. TSS memilih fokus pada kerja nyata, program terukur, dan kontribusi positif bagi anggota maupun masyarakat luas.
Rencana konser mini menjadi simbol konkret bahwa perempuan mampu berkarya tanpa harus terjebak dalam konflik. Sekaligus diharapkan menjadi panggung pembuktian kapasitas, kreativitas, serta kekuatan solidaritas perempuan dalam membangun citra positif komunitas.
Lewat kolaborasi tiga ketua umum, TSS Jakarta optimistis melangkah lebih progresif. Setiap program akan direalisasikan secara bertahap melalui manajemen profesional dan prinsip akuntabilitas yang jelas. Dan transparansi menjadi komitmen bersama untuk menjaga kepercayaan publik dan internal organisasi.
Kehadiran TSS Jakarta membawa pesan yang tegas dan relevan: perempuan dapat bersatu tanpa menjatuhkan, berkarya tanpa menyakiti, dan bergerak tanpa ragu.
Solidaritas bukan hanya wacana, tetapi kekuatan nyata yang mampu menciptakan perubahan. TSS bukan sekadar komunitas. TSS adalah simbol persahabatan, profesionalisme, dan integritas perempuan dalam menjaga etika di setiap langkah perjuangan.
Dari Jakarta, gerakan ini dimulai dengan keyakinan penuh bahwa kolaborasi yang tulus akan tumbuh besar, menginspirasi lebih luas, dan meninggalkan jejak kuat yang tak tergoyahkan.
Karena ketika perempuan bersatu dalam nilai yang benar, tidak ada ruang bagi prasangka—yang ada hanyalah karya, martabat, dan kemenangan yang membanggakan.
)**Yuri / Foto Istimewa.

+ There are no comments
Add yours