Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Tegaskan Peperangan Antarnegara Muslim di Bulan Suci Ramadan Tidak Semestinya Terjadi dan Harus Segera Dihentikan

Jakarta ! BeritaReportase.com –

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menegaskan bahwa peperangan antarnegara Muslim di Bulan Suci Ramadan tidak semestinya terjadi dan harus segera dihentikan. Ia menyampaikan hal tersebut saat menanggapi konflik yang masih berlangsung di Iran yang melibatkan serangan ke sejumlah negara Arab.

Sultan menyatakan, perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 itu telah menyebabkan kerusakan besar, tidak hanya pada aset militer, tetapi juga bandar udara, kawasan pemukiman, serta fasilitas ekonomi dan bangunan sipil di berbagai negara terdampak.

Negara-negara yang menjadi target serangan antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, dan Yordania. Hingga kini, negara-negara tersebut memilih menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Asia Barat.

“Apalagi, baik yang menyerang maupun yang diserang di Jazirah Arab adalah sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang semestinya kompak untuk menciptakan stabilitas di kawasan itu,” ujar Sultan.

Ia menegaskan pentingnya segera mengakhiri konflik tersebut. “Oleh karena itu, maka sudah saatnya perang ini diakhiri agar Iran dan negara-negara Arab bisa berdamai untuk membangun kesejahteraan, dan tidak terus bermusuhan,” kata Sultan.

Sultan juga mengingatkan bahwa konflik antarnegara Muslim hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan. Ia pun mengimbau pemerintah dan angkatan bersenjata Iran untuk segera menghentikan serangan.

“Sebagai negara sahabat Iran, kami mengimbau pemerintah dan angkatan bersenjata Iran untuk segera menghentikan serangan ke negara-negara Muslim karena sebentar lagi akan tiba Hari Raya Idul Fitri. Dengan alasan apa pun, serangan terhadap sesama negara Muslim adalah kesalahan besar dan harus dihentikan,” tegasnya.

Menurut Sultan, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sangat prihatin terhadap konflik tersebut. Indonesia tetap berkomitmen pada politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan terlibat dalam konflik, namun terus mendorong perdamaian.

“Bangsa Indonesia sangat berempati terhadap para korban yang berjatuhan di Iran dan juga di negara-negara yang dijadikan target serangannya. Namun Indonesia tetap konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan ikut campur dalam konflik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sultan yang juga Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam mendorong peningkatan solidaritas antarnegara anggota OKI. Ia menilai konflik ini berdampak buruk terhadap perekonomian kawasan dan stabilitas global.

Ia juga mendesak OKI untuk segera menggelar pertemuan darurat tingkat kepala negara guna mencari solusi terbaik.

“OKI perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin persatuan di antara negara-negara Muslim dan mengatasi perbedaan di antara mereka, sesuai dengan pesan Deklarasi Jakarta 2016,” pungkas Sultan.

)**Tjoek / Foto Ist.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours