“Minangkabau Incorporated” Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Sumbar

Padang, Sumatera Barat ! BeritaReportase.com –

Anggota DPD RI, Irman Gusman, mendorong penguatan arah pembangunan ekonomi daerah melalui konsep “Minangkabau Incorporated” saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 di Aula Bappeda Sumatera Barat, Padang, Rabu (1/4).

Dalam forum yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Irman menegaskan bahwa momentum pasca bencana harus dimanfaatkan sebagai titik balik kebangkitan ekonomi daerah.

“Kondisi global terhimpit oleh perang, ekonomi nasional juga tidak baik-baik saja, dan di Sumatera Barat pertumbuhan hanya 3,37 persen. Ini tentu menjadi warning bagi kita semua,” tegas Irman.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat—untuk bersinergi dalam satu gerak pembangunan melalui konsep Minangkabau Incorporated.

Irman menekankan perlunya langkah terobosan dan keberanian berpikir di luar kebiasaan agar Sumbar mampu keluar dari tekanan ekonomi.

“Saya yakin bisa. Karena dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan dan memunculkan terobosan,” ujarnya.

Ia juga mendorong Bappeda sebagai pusat kendali (crisis center) pembangunan ekonomi daerah.

“Kita tidak boleh lagi sekadar wacana. Bappeda harus jadi garda terdepan,” katanya.

Selain itu, sektor pariwisata dinilai sebagai leading sector yang mampu menjadi quick win bagi pertumbuhan ekonomi. Irman menyoroti potensi daerah seperti Kepulauan Mentawai yang dinilai memiliki daya saing global namun belum dikelola optimal.

“Masalahnya bukan potensi, tapi bagaimana mengelolanya menjadi income bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan Mentawai, lanjutnya, tengah didorong melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pariwisata, konsultan MarkPlus di bawah Hermawan Kartajaya, serta peluang rute penerbangan baru oleh TransNusa.

Di sektor pangan, pembangunan gudang Bulog dan pengembangan lahan sawah juga menjadi prioritas untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Siapa cepat dia dapat. Kalau hanya menunggu, tidak akan terjadi apa-apa,” tegasnya.

Seminar ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Reti Wafda. Kegiatan turut menghadirkan berbagai narasumber dari pemerintah, perbankan, akademisi, hingga dunia usaha.

Lebih dari 200 peserta hadir, baik secara langsung maupun daring, menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap arah pemulihan ekonomi daerah.

Hasil seminar ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan konkret sebagai pijakan akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan, termasuk optimalisasi dana rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp33 triliun.

)**Tjoek / foto Ist.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours