Kehadiran Ibu Siti Chaeriah Menjadi Momen Emosional Memperkuat Kekuatan Doa Di Halal Bihalal Alumni SMA Wijaya Kusuma Angkatan 1988

Tangerang ! BeritaReportase.com –

Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti kegiatan Halal Bihalal alumni SMA Wijaya Kusuma Angkatan 1988 yang digelar di Perumahan Primer Village, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (5/4/2026). Acara yang berlangsung di kediaman Bapak Tarlan dan Ibu Tarlan ini dihadiri oleh para alumni yang datang dari berbagai wilayah. Kehadiran Ibu Siti Chaeriah di tengah para sahabat lamanya menjadi momen emosional yang memperkuat makna kebersamaan dan kekuatan doa.

Kegiatan ini pun menjadi momentum silaturahmi sekaligus ungkapan syukur atas kesembuhan Ibu Siti Chaeriah setelah sempat mengalami koma selama beberapa minggu.

Para alumni mengisi acara dengan ramah tamah, berbagi cerita, serta doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kesembuhan Ibu Siti Chaeriah. Mereka juga memanjatkan harapan agar seluruh alumni senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

Momentum Halal Bihalal ini mempertegas nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas di tengah kehidupan yang semakin dinamis. Interaksi hangat antar alumni turut menghadirkan energi positif yang dirasakan tidak hanya oleh peserta, tetapi juga lingkungan sekitar.

Salah satu alumni, Bella, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan juga pengingat akan eratnya ikatan persahabatan sejak masa sekolah.

“Kami mungkin jarang bertemu, tetapi kenangan SMA Wijaya Kusuma Angkatan 1988 selalu hidup. Hari ini menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tetap terjaga,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Sri Yeyen yang turut menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini, sehingga acara berlangsung lancar dan penuh makna.

Para alumni berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin sebagai wadah mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan emosional yang telah terjalin sejak lama.

Kesembuhan Ibu Siti Chaeriah menjadi simbol harapan sekaligus perekat kebersamaan. Halal Bihalal ini membuktikan bahwa waktu tidak mampu memutus tali persaudaraan, dan bahwa doa, empati, serta rasa syukur selalu menemukan jalannya untuk menyatukan kembali dalam harmoni kehidupan.

)**Yuri / Foto Ist.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours