Jakarta ! Beritareportase.com —
Musyawarah Daerah (Musda) 2026 Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta menetapkan Husni Kamil sebagai Ketua IKAPI DKI Jakarta periode 2026–2031. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran penerbit sebagai pilar penting dalam kebijakan literasi dan pengembangan budaya baca di Jakarta (28/01/2025).
Pemilihan ketua berlangsung secara demokratis dengan dua kandidat dan melibatkan 50 pemilik hak suara. Sebanyak 48 pemilik suara hadir dan menggunakan hak pilihnya. Husni Kamil memperoleh dukungan mayoritas dengan 41 suara, sementara kandidat lainnya meraih 6 suara, dan 1 suara dinyatakan tidak sah.
Dalam keterangannya, Husni Kamil menilai Musda IKAPI DKI Jakarta 2026 tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi atas kontribusi organisasi terhadap pembangunan literasi.

“Pengurus sebelumnya telah menjalankan banyak kegiatan yang berdampak bagi anggota dan dunia perbukuan. Kepemimpinan ke depan adalah melanjutkan dan memperkuat agar kontribusi tersebut semakin terasa,” ujar Husni Kamil.
Ditegaskan oleh Husni Kamil bahwa IKAPI DKI Jakarta akan menempatkan literasi sebagai agenda strategis yang terhubung langsung dengan kebijakan publik. Menurutnya, penguatan budaya baca tidak dapat dilepaskan dari keberlangsungan industri penerbitan yang sehat dan adaptif.
Dalam konteks ini, Husni Kamil menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara IKAPI dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya program literasi yang tidak bersifat seremonial, melainkan berjangka panjang dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah harus saling menguatkan. Literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga soal ekosistem, mulai dari penulis, penerbit, distribusi buku, hingga akses masyarakat,” kata Husni Kamil.

Salah satu program strategis yang akan terus dikembangkan adalah Islamic Book Fair, yang diposisikan bukan hanya sebagai ajang pameran buku, tetapi juga sebagai instrumen literasi dan distribusi pengetahuan ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk pesantren.
Selain program, Husni Kamil juga menyoroti tantangan struktural yang memengaruhi kontribusi penerbit terhadap literasi, seperti isu hak kekayaan intelektual (HAKI) dan perpajakan. Menurutnya, regulasi yang belum sepenuhnya dipahami pelaku industri berpotensi menghambat pertumbuhan penerbit dan produksi buku berkualitas.
“IKAPI akan memfasilitasi diskusi dan pelatihan agar penerbit lebih memahami HAKI dan perpajakan. Dengan regulasi yang jelas dan dipahami bersama, penerbit bisa lebih fokus mendukung agenda literasi,” jelas Husni Kamil.
Dalam satu bulan pertama kepemimpinannya, IKAPI DKI Jakarta akan melakukan audiensi dengan instansi terkait serta sektor perbankan untuk menyelaraskan program kerja dengan kebijakan literasi daerah dan memperkuat dukungan terhadap industri perbukuan.

Menutup pernyataannya, Husni Kamil berharap IKAPI DKI Jakarta periode 2026–2031 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat literat. “Literasi yang kuat membutuhkan penerbit yang kuat. IKAPI harus hadir sebagai penghubung antara kebijakan, industri, dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
)**Sulis / Foto Ist.

+ There are no comments
Add yours