“Jika Memang”, Lagu Sunyi Karyn tentang Kehilangan

Jakarta ! Beritareportase.com –

Tidak semua perpisahan datang dengan kata pamit. Sebagian hadir tiba-tiba, meninggalkan keheningan panjang dan luka yang sulit diberi nama. Dari ruang itulah Karyn memulai perjalanan emosionalnya dalam single terbaru berjudul “Jika Memang”, sebuah balada sendu yang bukan sekadar lagu, melainkan ruang bagi duka untuk bernapas.

Dirilis di bawah naungan FYP Records, “Jika Memang” mengisahkan kehilangan orang terkasih yang pergi untuk selamanya secara mendadak. Bukan hanya tentang kepergian itu sendiri, tetapi juga tentang penyesalan yang tertinggal, ketika tidak ada kesempatan berpamitan, ketika waktu terasa begitu kejam, dan ketika manusia dipaksa menerima takdir tanpa persiapan apa pun.

Lagu ini ditulis oleh Ibanezta Almenza, yang merangkai lirik dengan kejujuran nyaris telanjang. Kata-katanya sederhana, namun justru di situlah kekuatannya menggambarkan perasaan kehilangan yang kerap terlalu dalam untuk diucapkan. Setiap bait seolah menjadi bisikan bagi mereka yang pernah ditinggalkan tanpa penjelasan.

“Jika Memang”, Lagu Sunyi Karyn tentang Kehilangan

Nuansa emosional lagu semakin menguat melalui aransemen musik yang digarap oleh gitaris kawakan Ary Dowenk Oceano. Denting gitar dan susunan nada yang sendu menciptakan atmosfer hening serta sunyi yang tidak kosong, melainkan penuh kenangan. Aransemen ini tidak berusaha mendramatisasi duka, justru membiarkannya mengalir perlahan, apa adanya.

Di tengah lanskap musik yang tenang itu, vokal Karyn hadir dengan pendekatan yang intim. Suaranya lembut, tidak berteriak, namun sarat rasa. Seolah ia tidak sedang menyanyikan lagu, melainkan bercerita tentang kehilangan, tentang ketidaksiapan, dan tentang keharusan merelakan meski hati menolak.

“Aku langsung dapet feel-nya. Bahkan baru sekali dengar, aku sudah hafal bagian reff-nya,” ungkap Karyn tentang pertemuan pertamanya dengan lagu ini.

Kedekatan emosional itulah yang membuat “Jika Memang” terasa begitu personal di tangan Karyn.

Bagi Karyn, lagu ini bukan sekadar proyek musik. Ada pengalaman hidup yang ikut menyelinap ke dalam setiap nada. Ia mengakui pernah berada di titik patah hati, merasakan campuran emosi antara sedih, kesal, dan tidak siap kehilangan. Perasaan-perasaan itulah yang kemudian ia bawa ke dalam proses penghayatan lagu.

“Rasanya kayak nggak mau kehilangan, tapi harus menerima. Sedih dapet, kesel juga dapet,” tutur Karyn jujur.

“Jika Memang”, Lagu Sunyi Karyn tentang Kehilangan

Perjalanan Karyn menuju titik ini pun terbilang panjang. Tanpa latar belakang vokal formal, ia memulai langkahnya sejak usia sekolah dasar dengan mengikuti lomba menyanyi. Demam panggung sempat menjadi penghalang, namun panggung-panggung kecil, mulai dari lomba hingga acara pernikahan, perlahan membentuk keberaniannya.

Pertemuan Karyn dengan Ari Doeng membuka jalan menuju dunia rekaman, hingga akhirnya ia bergabung dengan FYP Records dan merilis karya-karya yang selama ini tertunda. “Jika Memang” menjadi penanda penting serta momen ketika lagu-lagu yang lama tersimpan akhirnya menemukan jalannya ke telinga publik.

Lebih dari sekadar lagu tentang kehilangan, “Jika Memang” berbicara tentang ketidakberdayaan manusia di hadapan waktu. Tentang bagaimana, pada akhirnya, tidak semua hal bisa kita cegah, dan tidak semua perpisahan bisa kita persiapkan.

Melalui single ini, Karyn berharap pendengar menemukan ruang aman untuk berdamai dengan dukanya masing-masing. Ruang untuk mengenang, menangis, dan perlahan belajar merelakan meski tanpa pernah benar-benar siap.

“Jika Memang” bukan lagu yang menawarkan jawaban. Ia hanya duduk di samping pendengarnya, menemani dalam diam. Dan mungkin, justru di situlah kekuatannya.

)**cahyo

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours