Beritareportase.com – Nama Rhania Aurelie Ade Putri W perlahan namun pasti menjadi simbol baru bagi generasi muda Indonesia yang berani bermimpi besar. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, penyanyi asal Medan ini kembali mencetak prestasi internasional dengan meraih Second Place Vocal Folk Song and Music Theater Class di ajang HKYPA Hong Kong International Youth Performance Art Festival and Music Competition 2026.
Pencapaian ini terasa semakin bermakna karena Rhania Aurelie tampil di kategori senior, bersaing dengan peserta berusia 20 hingga 30 tahun. Ia bahkan tercatat sebagai peserta termuda di kelas FMT 2 Senior Class, sebuah fakta yang menegaskan bahwa kualitas dan kedewasaan musikal tak selalu sejalan dengan angka usia.

Bagi Rhania Aurelie, bernyanyi bukan sekadar bakat, melainkan perjalanan yang menuntut konsistensi dan kesungguhan. Di bawah naungan NTS (Nilam Topodade Student & Community) Vocal Jakarta, ia menjalani pembinaan vokal intensif bersama Nilam Topodade dan Rudy Lamando. Proses ini membentuk Rhania sebagai performer yang tak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang dalam penghayatan dan mental panggung.
Latihan disiplin dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari gaya hidupnya, sebuah rutinitas yang perlahan membentuk karakter profesional sejak usia dini.
Jejak prestasi Rhania Aurelie mulai terlihat di Bali International Choir Festival (BICF) 2023, ajang internasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara. Raihan Silver Medal kala itu menjadi titik awal pengakuan atas kualitas vokalnya.
Tahun berikutnya, Rhania Aurelie kembali mencetak prestasi di International Bandung Choral Festival (IBCF) 2024 dengan Silver Medal, sebelum akhirnya menorehkan capaian tertinggi di Asia Art Festival Singapore 2025 lewat Gold Medal dan peringkat pertama.

Di tanah air, nama Rhania Aurelie semakin diperhitungkan usai menyabet dua gelar juara di FIMO HKYPA Indonesia Medan 2025, menegaskan konsistensi dan daya saingnya di berbagai panggung kompetisi.
Di balik padatnya agenda kompetisi, Rhania Aurelie tetap menjaga keseimbangan akademik. Ia tercatat sebagai siswi SMP Global Prestasi School Kalimalang, aktif dalam kegiatan OSIS, dan mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Dukungan lingkungan sekolah menjadi elemen penting yang menjaga Rhania Aurelie tetap bertumbuh secara utuh, baik sebagai pelajar maupun seniman muda.
Perjalanan Rhania Aurelie belum berhenti. Setelah meraih Diamond Award di Indonesia pada Januari 2026, ia bersiap menghadapi tantangan berikutnya di ajang internasional IWMF Bangkok pada April 2026.

Lebih dari sekadar deretan piala, kisah Rhania Aurelie adalah tentang keberanian melangkah, disiplin menjaga mimpi, dan komitmen menjalani proses. Sebuah potret inspiratif bahwa generasi muda Indonesia mampu bersuara lantang di panggung dunia tanpa kehilangan jati diri. (doni)

+ There are no comments
Add yours