Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Bersama PT Agrinas Palma Nusantara

Kalimantan Timur ! BeritaReportase.com –

Semangat menjaga kedaulatan bangsa kembali digaungkan oleh Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia melalui seruan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang mandiri, sehat, cerdas, dan berintegritas.

Dalam kesempatan yang dihadiri sejumlah purnawirawan TNI dan juga Polri, termasuk Wahyu selaku Ketua DPD FPPI Kaltim,  Ketua Koperasi Pusat Bisnis Kantong Ekonomi Rakyat (Pusbisker) Purnawirawan Pejuang, Mayor (Purn) TNI Gunung, dan para peserta menegaskan bahwa pangan, kesehatan, dan pendidikan merupakan tiga pilar utama yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masa depan bangsa yang kuat dan berdaya tahan tinggi.

Inilah ruang konsolidasi moral antara pemerintahannya, purnawirawan TNI serta Polri, dan masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong sebagai identitas nasional yang harus tetap dijaga di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

DPD FPPI Kalimantan Timur : Kabid Idiologi dan Politik, Dewan Pengawas DPP FPPI Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, SH, Ketua DPD FPPI Kaltim Wahyu dan Taufik Hidayatullah (Aang).

“Berdaulat pangan adalah kunci. Mau sehat dan mau pintar, semuanya berawal dari pangan,” menjadi pesan kuat Ketua DPD FPPI Kaltim, Wahyu yang juga pernah mengabdikan dirinya sebagai prajurit di Kesatuan Kostrad, saat bertemu dalam forum tersebut.

Dan para peserta pun menyetujui bahwa ketahanan pangan dan energi bukan sekadar program pembangunan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Indonesia dinilai membutuhkan kolaborasi nyata lintas sektor agar stabilitas nasional tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi dan dinamika geopolitik dunia, tegasnya lagi.

Selain itu, disoroti pula pentingnya integritas dalam kepemimpinan nasional. Stabilitas negara diyakini hanya dapat tercapai apabila seluruh elemen bangsa mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.

Kehadiran puluhan purnawirawan TNI dan Polri menjadi simbol bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam. Mereka tetap ingin mengambil bagian dalam menjaga persatuan bangsa melalui pemikiran strategis, penguatan moral kebangsaan, serta dukungan terhadap program pembangunan nasional yang berpihak kepada rakyat.

Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia dan Koperasi Pusat Bisnis Kantong Ekonomi Rakyat (Pusbisker) Purnawirawan Pejuang, berharap gerakan kolaboratif antara pemerintah, purnawirawan TNI dan Polri, serta masyarakat dapat menjadi energi baru untuk memperkuat ketahanan nasional berbasis kemandirian pangan, pendidikan berkualitas, serta pelayanan kesehatan yang merata.

Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) terus menunjukkan komitmennya melalui kunjungan kerjanya ke sejumlah wilayah perkebunan di Kalimantan Timur sebagai bagian dari optimalisasi aset negara. Manajemen perusahaan turun langsung meninjau area perkebunan yang menjadi fokus pengelolaan aktif perusahaan. Peninjauan lapangan itu menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi agronomi tanaman.

Momentum kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi ruang pembahasan teknis terkait strategi pemeliharaan tanaman, sistem panen yang lebih efektif, hingga peningkatan efisiensi logistik perkebunan. Seluruh langkah diarahkan untuk memperkuat produktivitas kebun sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang transparan dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang diketahui mendapat mandat pemerintah untuk mengelola aset strategis negara berupa jutaan hektar lahan sawit hasil sitaan dari Kejaksaan Agung dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Dimana secara nasional, perusahaan mengelola sekitar 1,7 juta hektar lahan yang diserahkan secara bertahap, termasuk penyerahan Tahap V seluas 204.575 hektar.

Dan di wilayah Kalimantan Timur, perusahaan pun telah menerima pelimpahan ratusan hektar area perkebunan yang kini berada dalam pengawasan dan pengelolaan aktif. Maka berdasarkan evaluasi internal perusahaan, sekitar 50 persen lahan mengalami kerusakan dan 30 persen lainnya masuk kategori rusak parah sehingga membutuhkan pembersihan, rehabilitasi, dan penataan ulang secara menyeluruh.

Karena itu, perusahaan menempatkan keterlibatan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam proses pemulihan kawasan perkebunan. Disinilah peran Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia dan Koperasi Pusat Bisnis Kantong Ekonomi Rakyat (Pusbisker) Purnawirawan Pejuang, dapat secara bersama sama, berkolaborasi sebagai langkah baru yang diharapkan mampu, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan ekonomi daerah, serta memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan warga sekitar.

Ini diyakini akan melahirkan rekomendasi strategis yang aplikatif dan tepat sasaran, ungkap Ketua DPD FPPI Kaltim Wahyu.

Fokus besarnya adalah membangun fondasi agribisnis nasional yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global. Ini bukan sekadar upaya penertiban aset negara, melainkan simbol kebangkitan tata kelola perkebunan Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat, transparan, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Dari Kalimantan Timur, ketika optimalisasi aset negara berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, maka industri nasional dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.

Penguatan tata kelola, optimalisasi aset negara, serta pelibatan masyarakat lokal menjadi bukti bahwa industri Indonesia mampu bergerak menuju arah yang lebih modern, transparan, dan berintegritas.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, suara para purnawirawan TNI dan Polri di Kalimantan Timur ini sangat dibutuhkan meski diharapkan tentunya datang dari kerjasama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang sangat terbuka.

Sekaligus menjadi pengingat bahwa bangsa besar tidak hanya dibangun dengan kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga dengan semangat gotong royong, integritas, dan kepedulian terhadap generasi penerus.

Pada akhirnya, perjuangan menjaga Indonesia tidak pernah benar-benar selesai. Perjuangan itu hanya berganti bentuk, dari medan pertahanan menuju pengabdian sosial demi memastikan negeri ini tetap kokoh, berdaulat, dan bermartabat di mata dunia.

Dari pangan, pendidikan, hingga energi, Indonesia membutuhkan kebersamaan untuk menjaga masa depan tetap menyala dengan harapan, kedaulatan, dan persatuan yang tidak tergoyahkan.

Kedaulatan pangan dan energi bukan hanya agenda pembangunan, melainkan pondasi masa depan Indonesia. Saat seluruh elemen bangsa bersatu menjaga kepentingan rakyat, maka harapan menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan bermartabat akan terus hidup di setiap langkah perjuangan.

)***.Jegegtantri / Foto Ist.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours