Beritareportase.com – Anakia Production menggarap serial drama vertikal Usia Hanyalah Angka yang dirancang dalam 45 episode untuk menjangkau penonton melalui perangkat seluler dan platform streaming. Mengusung rasio gambar 9:16 dengan durasi singkat, serial ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan cerita drama yang sesuai dengan kebiasaan konsumsi hiburan di era digital.
Persiapan produksi ditandai dengan acara syukuran di Restoran Pho Baba, Epiwalk, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Serial ini disutradarai Irawan Tanu, dengan Irnawati sebagai executive producer.
Selain menawarkan format yang ringkas, Usia Hanyalah Angka membawa cerita tentang semangat berkarya dan kesempatan untuk tetap produktif di usia senior. Pengalaman hidup Irnawati menjadi salah satu sumber pengembangan cerita yang kemudian diolah menjadi drama berdasarkan percakapan dan persoalan sehari-hari.
Irnawati berharap serial tersebut dapat memberikan inspirasi kepada penonton agar tidak menyerah dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika usia tidak lagi muda.
“Jangan pernah menyerah di usia kita yang sudah tidak muda lagi. Walaupun usia sudah tidak muda, kita masih bisa berkarya, bahkan berbuat untuk orang lain,” ujar Irnawati.

Sutradara Irawan Tanu menjelaskan, Usia Hanyalah Angka direncanakan memiliki 45 episode dengan durasi sekitar dua hingga tiga menit untuk setiap episode.
Format vertikal dengan rasio 9:16 dipilih untuk menyesuaikan tampilan layar telepon seluler. Durasi yang singkat juga menuntut penyampaian cerita secara efektif agar konflik dan perkembangan karakter dapat dipahami penonton dalam waktu terbatas.
Dalam pendekatan tersebut, kekuatan cerita menjadi salah satu unsur penting. Meski setiap episode berdurasi singkat, serial tetap perlu membangun karakter, menghadirkan dinamika antartokoh, dan menjaga kesinambungan cerita.
Proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung selama lima hari di sejumlah lokasi, meliputi kawasan Cijantung, Keranggan, dan Kuningan, Jakarta. Latar perkotaan dengan gedung-gedung bertingkat turut disiapkan untuk memperkuat tampilan visual serial.
Irawan Tanu juga memberikan pendampingan akting kepada Irnawati yang baru pertama kali terjun ke dunia seni peran. Pembacaan naskah dan latihan dilakukan agar para pemain memahami karakter masing-masing serta mampu membangun adegan yang natural di depan kamera.
Di balik format digitalnya, Usia Hanyalah Angka mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni bagaimana seseorang tetap menemukan peluang untuk berkarya ketika menghadapi perubahan usia dan kondisi hidup.
Dalam cerita, karakter yang diperankan Irnawati digambarkan sebagai pemilik management livestreaming atau manajemen agensi yang merangkul orang-orang dengan berbagai gagasan untuk dikembangkan bersama.
Menurut Irawan Tanu, kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa peluang memperoleh penghasilan tidak selalu harus berasal dari pekerjaan formal. Ide, kreativitas, dan kolaborasi dapat menjadi jalan untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kesempatan baru.
Pendekatan ini membuat serial tidak hanya berfokus pada persoalan usia, tetapi juga menyentuh tema kemandirian, kreativitas, dan keberanian mencoba peluang berbeda.
Serial Usia Hanyalah Angka melibatkan sejumlah pemain, antara lain Irna Frans sebagai Popy, Farhan Ananda George sebagai Farhan, Indri Octaviani sebagai Vanya, Rantya Affandy sebagai Giska, Meldian Maladi sebagai Bara, dan Keke Kartika sebagai Soraya.
Pemeran lainnya adalah Rini Astri sebagai Wanda, Arry Febrian sebagai Edwin, Ardhana Jovin sebagai Darrel, Ricky W Miraza sebagai Dito, Yogasz sebagai Boby, Eriez Muchsin sebagai Manager Evan, serta Yayan Femix sebagai Pak Rudi.
Di balik layar, Rini Astri bertindak sebagai assistant producer, Hendra Suhendi sebagai line producer, dan Andi Afdilah sebagai produser pelaksana.
Melalui Usia Hanyalah Angka, Anakia Production memadukan format drama vertikal dengan cerita yang membawa pesan sosial. Serial ini diharapkan dapat menjadi pilihan hiburan singkat bagi penonton sekaligus mengingatkan bahwa kesempatan untuk berkarya dan memberikan manfaat tidak ditentukan semata-mata oleh usia. (djunot)










