Beritareportase.com – Lomba Karaoke Dangdut 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri di bidang tarik suara sekaligus membuka kesempatan bagi para pencinta musik dangdut menunjukkan kemampuan bernyanyi di hadapan dewan juri profesional. Mengusung tema Mengembangkan Suara di Era Digital, ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi karaoke, tetapi juga wadah untuk menemukan bakat-bakat baru yang berpotensi berkembang di industri musik Indonesia.
Digagas Kirana Entertainment melalui kolaborasi bersama awak media, Lomba Karaoke Dangdut 2026 diselenggarakan di Babatri Cafe, Jalan Rempoa, Tangerang Selatan, Minggu (8/11/2026). Kompetisi ini diikuti 34 peserta pria dan wanita yang tampil memperlihatkan kemampuan vokal, karakter suara, serta penghayatan dalam membawakan lagu-lagu dangdut.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan empat dewan juri yang memiliki pengalaman di dunia hiburan dan musik dangdut, yakni Dhea Bacan, Annisa Queen, Rachma Julia, dan Vonny Shela. Mereka memiliki tanggung jawab menilai setiap penampilan berdasarkan sejumlah aspek, sehingga penentuan pemenang tidak hanya bergantung pada kualitas suara.
Diungkapkan oleh
Dhea Bacan, antusiasme 34 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut berada di luar perkiraan. Sejak peserta pertama tampil, dewan juri sudah menemukan sejumlah penampilan yang memiliki kualitas vokal dan penghayatan mengesankan.

“Melihat antusias peserta sangat luar biasa. Dari pertama yang tampil itu luar biasa. Kami sudah menemukan satu peserta yang dahsyat dari penampilan, suara, dan penghayatan. Semakin ke sini ternyata semakin hebat dan keren, bahkan membuat kami merinding,” ujar Dhea Bacan.
Menurutnya, penilaian lomba dangdut memiliki sejumlah karakteristik tersendiri. Selain kualitas suara, peserta harus mampu memperlihatkan cengkok dangdut, artikulasi yang jelas, penghayatan lagu, serta kemampuan menguasai panggung.
Dijelaskan oleh Dhea Bacan, bahwa setiap juri memiliki pandangan masing-masing dalam memberikan penilaian. Karena itu, proses menentukan peserta terbaik membutuhkan pertimbangan matang, terlebih beberapa peserta memperlihatkan kemampuan yang relatif berimbang.
Dari 34 peserta, dewan juri bahkan sudah mulai mengidentifikasi sejumlah penampilan yang menonjol. Namun, mereka tidak ingin terburu-buru menentukan pilihan karena masih ada peserta lain yang berpeluang menunjukkan kemampuan lebih baik.
“Kami tetap melihat dari yang terbaik, karena pasti ada yang lebih baik. Kami juga punya tabungan nilai dari masing-masing peserta lomba. Jadi, kami tunggu sampai seluruh peserta tampil sebelum menentukan pilihan,” jelas Dhea Bacan.
Hal senada disampaikan Annisa Queen yang menegaskan bahwa kualitas vokal bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan. Dalam kompetisi karaoke dangdut, penghayatan menjadi salah satu aspek penting yang dapat membedakan peserta dengan kemampuan suara yang hampir setara.
Menurut Annisa Queen, banyak peserta memiliki suara bagus. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mereka menyampaikan pesan dan emosi lagu kepada penonton maupun dewan juri.

Annisa Queen mengungkapkan, terdapat beberapa peserta yang memperoleh nilai relatif sama dari sisi kemampuan vokal. Akan tetapi, penghayatan ketika membawakan lagu menjadi pertimbangan penting untuk menentukan siapa yang lebih layak mendapatkan penilaian terbaik.
“Kalau dilihat, banyak peserta yang pintar-pintar dan suaranya bagus. Cuma di sini kami tidak hanya mengambil suara, tetapi juga penghayatan. Ada beberapa peserta yang nilainya sama, tetapi penghayatan mana yang paling membuat kami gereget, bahkan sampai ingin menangis, itu yang benar-benar harus dinilai,” kata Annisa Queen.
Ditambahkan oleh Annisa Queen, dewan juri tidak membedakan peserta pria maupun wanita dalam memberikan penilaian. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan kualitas penampilan masing-masing.
Artikulasi, penghayatan, performa, dan penguasaan panggung menjadi aspek utama. Sementara itu, ketentuan busana atau dress code sengaja tidak dijadikan persyaratan penilaian agar kompetisi dapat diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.
“Walaupun peserta wanita bagus, ketika suaranya kurang, tetap tidak akan mendapatkan nilai terbaik. Yang mendapatkan nilai adalah peserta dengan penampilan yang sempurna, mulai dari artikulasi, penghayatan, sampai penguasaan panggung,” tegas Annisa Queen.
Ketatnya penilaian juga menjadi komitmen yang disepakati para dewan juri sejak awal kompetisi. Dhea Bacan menegaskan, seluruh keputusan penjurian harus berdasarkan kemampuan dan kualitas penampilan peserta, bukan karena kedekatan, permintaan pihak tertentu, ataupun kepentingan panitia. Ia menyampaikan bahwa para juri telah meminta panitia memberikan keleluasaan penuh dalam menentukan hasil kompetisi tanpa intervensi.
“Kami sudah memberitahu pihak panitia sebelum penjurian bahwa kami tidak bisa diintervensi. Apa pun keputusan juri, mohon diterima. Kami ingin menjalankan amanah. Tidak ada amplop-amplopan dan tidak ada titipan. Semuanya murni berdasarkan penilaian,” tegas Dhea Bacan.
Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas kompetisi sekaligus memberikan penghargaan yang adil kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk tampil.
Lebih dari sekadar kompetisi, Lomba Karaoke Dangdut 2026 juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi peserta ke tingkat yang lebih luas. Rachma Julia menilai, antusiasme 34 peserta dalam penyelenggaraan perdana ini menjadi modal positif untuk menghadirkan kegiatan serupa dengan skala lebih besar.
Sebagai pelaku seni musik dangdut, Rachma Julia berharap kompetisi tersebut tidak berhenti pada penentuan juara, tetapi dapat berlanjut menjadi ruang pembinaan dan pengembangan bakat.
Bahkan, Rachma Julia membuka peluang bagi peserta yang memiliki karakter suara khas dan kemampuan vokal menarik untuk mendapatkan kesempatan lebih besar di industri musik.
“Harapan kami, nanti bisa membuat lomba lagi dan lebih baik. Ketika ada peserta yang memiliki suara khas dan bagus, mengapa tidak kita buatkan single? Itu akan menjadi sesuatu yang keren,” tutur Rachma Julia.
Harapan tersebut sejalan dengan tema Mengembangkan Suara di Era Digital, yang menempatkan kompetisi sebagai salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenali, memperlihatkan, dan mengembangkan kemampuan bernyanyi.

Di tengah perkembangan platform digital dan industri musik yang semakin terbuka, bakat bernyanyi memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada khalayak lebih luas melalui berbagai saluran. Karena itu, kompetisi semacam ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi lahirnya penyanyi-penyanyi baru, khususnya di genre dangdut.
Sementara itu, Vonny Shela yang dipercaya menjadi pembawa acara mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kompetisi tersebut juga menjadi pengalaman baru. Selain dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan pemain teater maupun drama, ia mengaku mendapatkan pembelajaran tersendiri ketika memandu sebuah perlombaan menyanyi.
Menurut Vonny Shela, menjadi pembawa acara maupun dewan juri sama-sama membutuhkan tanggung jawab karena harus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman positif bagi peserta.
Penyelenggaraan Lomba Karaoke Dangdut 2026 juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pelaku hiburan dan awak media dalam menciptakan ruang kreativitas masyarakat.
Annisa Queen menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini turut mendukung berbagai kegiatan hiburan dan musik. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga penyelenggaraan berikutnya dapat menghadirkan kegiatan yang lebih besar, termasuk kemungkinan menggelar kompetisi di bidang lain seperti fashion show.
Lomba Karaoke Dangdut 2026 mendapat dukungan media Delapanplus.com, Beritareportaae.com, dan Hukumwatch.com. Sementara dukungan sponsor datang dari film Terangku Dalam Gelapku, Bunda Eny Wijayanti, RS Hermina Bogor, serta Icha Yang.
Melalui penyelenggaraan ini, Kirana Entertainment berharap masyarakat semakin memiliki keberanian untuk menunjukkan kemampuan, mengasah kualitas vokal, dan mengembangkan potensi diri melalui musik dangdut.
Dengan proses penjurian yang independen, kriteria penilaian yang ketat, serta peluang pengembangan karier bagi peserta berbakat, Lomba Karaoke Dangdut 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang kompetisi, tetapi juga membuka jalan bagi munculnya talenta-talenta baru yang mampu mewarnai industri musik dangdut di era digital. (donz)










