Sigit Wardana Tampil Intim di Boleh Gigs, Resmi Luncurkan EP Eksisten!

Beritareportase.com – Penyanyi sekaligus musisi Sigit Wardana menghadirkan suasana intim dan penuh keakraban dalam Boleh Gigs Launching Showcase EP Eksisten! di Glamz Antasari, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2026). Membawakan sederet lagu andalannya hingga materi terbaru, Sigit Wardana menjadikan panggung tersebut sebagai ruang untuk berbagi cerita personal melalui musik.

Showcase ini menjadi momen spesial bagi Sigit Wardana untuk merayakan peluncuran resmi mini album Eksisten! yang sebelumnya telah dirilis pada Agustus 2026. Melalui pertunjukan berkonsep intimate showcase, ia tidak hanya ingin memperkenalkan karya-karyanya, tetapi juga membangun kedekatan dengan sahabat, rekan media, penggemar, serta sesama musisi.

“Perasaan hari ini pasti senang, pasti happy bisa akhirnya terlaksana juga. Apalagi terlaksananya sesuai dengan konsep yang memang diinginkan aku dan tim manajemen”, ujar Sigit Wardana.

Diakui oleh Sigit Wardana bahwa terdapat beberapa kekurangan kecil dalam penyelenggaraan acara. Namun, hal tersebut tidak mengurangi kebahagiaannya karena showcase yang telah dipersiapkan akhirnya dapat terlaksana sesuai harapan. “Perasaan khusus malam ini, dengan terlaksananya showcase, yang pasti lega. Karena dari kemarin albumnya sudah rilis dari bulan Agustus 2026, tapi memang belum ada satu momen yang benar-benar spesial. Sekarang senang dan lega juga, akhirnya resmi diluncurkan mini album Eksisten! ini”, tuturnya.

Mengenakan kemeja lengan panjang warna cokla,  celana jeans Lois, dan sepatu putih, Sigit Wardana membuka pertunjukan dengan lagu Selepas Kau Pergi. Ia kemudian melanjutkan penampilannya dengan Jatuh Cinta, membangun suasana hangat bersama penonton yang hadir.

Setelah diselingi permainan dan interaksi bersama audiens, Sigit kembali ke panggung dengan membawakan Kisah Hidup Bapak-Bapak, Romantis Itu Sederhana, Cinta Pertama, hingga Bis Kota.

Sigit Wardana Tampil Intim di Boleh Gigs, Resmi Luncurkan EP Eksisten!

Pemilihan lagu-lagu tersebut memperlihatkan perjalanan musikal Sigit Wardana, mulai dari kisah cinta, pengalaman kehidupan sehari-hari, hingga sudut pandangnya sebagai seorang ayah dan suami.

Salah satu momen yang menarik perhatian hadir ketika Sigit Wardana membawakan Luka Tak Berdarah, lagu yang menjadi bagian dari EP Eksisten!. Ia menjelaskan, lagu tersebut menggambarkan perasaan seseorang yang sedang begitu menyayangi pasangannya, tetapi justru ditinggalkan begitu saja. Perpisahan itu menghadirkan luka emosional yang tidak terlihat secara fisik, tetapi terasa menyakitkan.

Tema tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana Sigit Wardana menerjemahkan pengalaman dan perasaan ke dalam karya musik yang dekat dengan kehidupan pendengar. “Konsep proyek solo aku adalah mengangkat apa yang aku rasain, apa yang aku alamin. Benar-benar yang lebih personal”, ungkapnya.

Suasana showcase semakin istimewa ketika Sigit Wardana membawakan Saat Bahagia, salah satu lagu dalam EP Eksisten!. Seusai penampilan, penonton disuguhkan penayangan perdana video klip lagu tersebut di YouTube.

Video klip Saat Bahagia menampilkan rangkaian foto pernikahan, baik milik Sigit Wardana sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Foto-foto tersebut menghadirkan dokumentasi momen kebahagiaan yang memiliki makna personal bagi setiap pasangan.

Dijelaskan oleh Sigit Wardana, bahwa gagasan penggunaan foto pernikahan sebenarnya pernah diterapkan dalam video klip Romantis Itu Sederhana. Namun, kali ini konsepnya dibuat lebih spesifik karena tema Saat Bahagia memang berkaitan erat dengan pernikahan. “Kalau melihat judul dan lirik lagunya, tema Saat Bahagia memang pernikahan. Jadi, aku ingin lebih spesifik ke foto pernikahan”, katanya.

Foto-foto yang ditampilkan tidak hanya berasal dari koleksi pribadinya bersama sang istri, tetapi juga melibatkan teman-teman musisi, warganet, saudara, dan orang-orang lainnya. Menurut Sigit Wardana, penayangan video klip tersebut dalam showcase menjadi pilihan yang tepat karena Saat Bahagia merupakan salah satu lagu dari lima materi EP Eksisten! yang video klipnya belum ditayangkan secara resmi.

Diungkapkan pula oleh Sigit Wardana bahwa lagu tersebut mendapat respons positif dari pendengar. Karena itu, showcase menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkenalkan video klipnya kepada publik. “Jadi, momennya pas, waktunya pas. Kebetulan tayang perdana juga di YouTube”, ujarnya.

Sigit Wardana Tampil Intim di Boleh Gigs, Resmi Luncurkan EP Eksisten!

Dalam showcase tersebut, Sigit Wardana memilih tampil bersama band. Keputusan ini bukan sekadar kebutuhan aransemen panggung, melainkan berkaitan dengan perjalanan panjangnya sebagai musisi yang tumbuh dari dunia band. Ia mengaku lebih nyaman dan bahagia ketika dapat tampil bersama personel band yang mengiringinya.

“Dari awalnya kan memang anak band. Jadi, lebih happy, lebih senang, lebih nyaman kalau tampil bareng band”, ucap Sigit Wardana.

Meski tampil sebagai solois, Sigit Wardana tetap ingin mempertahankan karakter musikal yang telah membentuk dirinya selama ini. Kehadiran band juga menjadi bagian dari upayanya memperlihatkan identitas Sigit Wardana sebagai musisi solo tanpa meninggalkan akar musikalnya.

Konsep intim yang diusung dalam acara ini turut membuka ruang bagi interaksi yang lebih dekat dengan penonton. Sigit Wardana ingin suasana pertunjukan tidak hanya berisi penampilan lagu, tetapi juga percakapan dan perjumpaan dengan orang-orang yang mendukung perjalanan musiknya. Ia mengakui dirinya bukan orang yang banyak berbicara dan cenderung introver. Namun, sebagai vokalis, ia menyadari pentingnya berkomunikasi dengan audiens.

“Aku juga mengerti kalau penonton enggak mau menonton pertunjukan band atau penyanyi yang cuma nyanyi-nyanyi, tetapi enggak ngomong apa-apa, enggak ada interaksinya. Jadi, akhirnya lebih ke aku memaksa diri untuk lebih aktif berkomunikasi”, kata Sigit Wardana.

Bagi Sigit Wardana, EP Eksisten! bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan representasi kehidupan dan pemikirannya tentang keseharian. Ia ingin menunjukkan bahwa kehidupan seorang musisi tidak selalu identik dengan kemewahan dan gemerlap dunia hiburan.

Di balik panggung, seorang musisi tetap memiliki tanggung jawab sebagai ayah, suami, dan bagian dari keluarga. Nilai-nilai itulah yang ingin ia hadirkan melalui karya-karya solonya. “Aku ingin mengangkat kesederhanaan. Sederhana itu indah kok, hidup sederhana itu indah”, tegasnya.

Gagasan tersebut juga berhubungan dengan karya-karyanya terdahulu. Mini album November, misalnya, banyak bercerita tentang keluarga, kehidupan bersama istri, dan anak-anaknya. Sementara Kisah Hidup Bapak-Bapak merefleksikan pengalamannya menjalani peran sebagai seorang ayah.

Sigit Wardana Tampil Intim di Boleh Gigs, Resmi Luncurkan EP Eksisten!

Dalam Eksisten!, Sigit Wardana kembali mengangkat pengalaman personal, termasuk ketika ia menjalani keseharian menggunakan transportasi umum selama hampir satu dekade terakhir. Pengalaman itu menjadi salah satu alasan di balik keputusannya membawakan kembali lagu Bis Kota.

Menurutnya, pengalaman yang dialami secara langsung memberikan kedekatan tersendiri ketika dituangkan ke dalam musik. Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga medium untuk menceritakan sisi kehidupan yang mungkin dialami banyak orang.

Mini album Eksisten! memuat lima lagu, yakni Bis Kota, Saat Bahagia, Luka Tak Berdarah, Tak Mungkin, dan Ramadan Raya. Kelima lagu itu menawarkan ragam suasana, mulai dari kehidupan sehari-hari, kisah cinta, luka akibat perpisahan, ketegasan mengakhiri hubungan, hingga kehangatan Ramadan.

Diungkapkan oleh Sigit Wardana, bahwa proyek tersebut awalnya dirancang sebagai bentuk penghormatan terhadap lagu-lagu lama yang memiliki arti penting dalam perjalanan hidupnya. Ia bahkan sempat ingin mengisi seluruh album dengan lagu-lagu yang diaransemen ulang. Namun, sejumlah kendala membuat rencana itu berubah. Akhirnya, EP Eksisten! memadukan tiga lagu lama yang dibawakan kembali dengan dua lagu baru.

Sigit Wardana mengaku sempat mempertimbangkan beberapa lagu lain, termasuk Satu Senyum Saja dari Tato dan lagu Flanel, tetapi tidak semuanya dapat diwujudkan dalam proyek ini. Perubahan konsep tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang membentuk identitas EP Eksisten!.

Pemilihan judulnya pun memiliki cerita tersendiri. Sigit Wardana mengingat sejumlah percakapan dengan rekan-rekannya di industri musik yang kerap menyebut dirinya sebagai sosok yang tetap eksis di dunia musik, baik saat berada di depan maupun di belakang layar. “Jadi, akhirnya waktu mencari judul album untuk EP ini, aku ingat itu. Kayaknya boleh nih dijadikan judul mini album. Itu juga sebuah doa, menegaskan bahwa Sigit Wardana masih tetap eksis”, ungkapnya.

Pemilihan Boleh Gigs sebagai ruang penyelenggaraan showcase juga berkaitan dengan semangat saling mendukung di antara para pelaku musik. Sigit Wardana berharap kegiatan seperti ini dapat mempertemukan musisi, media, sahabat, dan penikmat musik dalam suasana yang lebih akrab. Baginya, keberlangsungan ekosistem musik membutuhkan dukungan bersama, bukan hanya dari musisi, tetapi juga dari berbagai pihak yang terlibat dalam perjalanan sebuah karya.

Persiapan musikal untuk showcase ini, kata Sigit Wardana, telah dilakukan sejak Agustus 2026 bersama band, mulai dari latihan hingga menyusun materi penampilan. Sementara persiapan acara secara keseluruhan berlangsung sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan. Ia juga mengaku terkejut sekaligus senang melihat respons positif dari berbagai pihak yang mendukung acara tersebut.

Setelah membawakan Saat Bahagia, Sigit Wardana melanjutkan penampilannya dengan lagu Tak Mungkin sebelum menutup showcase dengan Bukan Pujangga. Penampilan itu menjadi penanda berakhirnya perayaan peluncuran resmi EP Eksisten! sekaligus memperlihatkan perjalanan Sigit Wardana sebagai solois yang tetap berakar pada dunia band.

Sigit Wardana Tampil Intim di Boleh Gigs, Resmi Luncurkan EP Eksisten!

Ke depan, Sigit Wardana berencana melanjutkan proyek solo melalui sejumlah single. Sigit juga membuka kemungkinan merilis mini album baru pada 2027 dengan tema berbeda, apabila tidak ada kendala. Ia mengaku lebih menyukai format mini album karena proses pengerjaannya relatif lebih cepat dan jumlah lagu yang lebih ringkas membuat materi lebih mudah tersampaikan kepada pendengar.

Melalui Eksisten!, Sigit Wardana menegaskan bahwa perjalanan musiknya tidak hanya tentang mempertahankan eksistensi, tetapi juga tentang merawat pengalaman, kesederhanaan, keluarga, dan hubungan dengan orang-orang yang menjadi bagian dari kehidupannya. (cahyo; foto tcs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *