Beritareportase.com – Bulan suci Ramadan selalu menjadi waktu yang sarat makna bagi umat Muslim. Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, Ramadan juga menjadi momentum untuk merenungkan kehidupan sosial dan masa depan bangsa. Dalam suasana penuh berkah Ramadan 1447 Hijriah, ulama dan tokoh masyarakat Habib Ali bin Abdullah Al Kaff menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga persatuan dan memperbaiki kondisi bangsa Indonesia.
Dalam wawancara yang berlangsung di bulan suci ini (07/03/2026), Habib Ali bin Abdullah Al Kaff menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki masa depan yang lebih baik jika seluruh elemen bangsa mampu menjaga kebersamaan dan mengedepankan nilai keimanan.
“Insya Allah nasib bangsa Indonesia ke depan akan lebih baik. Kita berharap Allah memberikan pemimpin yang bijaksana, adil, beriman, dan bertakwa, yang mampu membawa kebaikan bagi bangsa dan negara,” kata Habib Ali bin Abdullah Al Kaff.
Menurut Habib Ali bin Abdullah Al Kaff, Indonesia telah memiliki kekuatan besar dalam bentuk keragaman yang dipersatukan oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.

Ditegaskan oleh Habib Ali bin Abdullah Al Kaff, bahwa masyarakat harus menghindari sikap saling memfitnah, mengadu domba, atau memperbesar konflik yang dapat merusak persatuan bangsa. Jika terjadi kesalahan dari seseorang, maka hal tersebut harus dipandang sebagai tanggung jawab individu, bukan alasan untuk menyalahkan kelompok tertentu.
“Kita adalah negara hukum. Maka siapa pun yang bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai kesalahan satu orang justru memicu perpecahan yang lebih luas,” ujar Habib Ali bin Abdullah Al Kaff.
Harapan juga disampaikan oleh Habib Ali bin Abdullah Al Kaff agar kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto mampu memperkuat persatuan umat Islam sekaligus menjaga harmoni seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam pandangannya, bangsa Indonesia masih menghadapi banyak persoalan yang harus segera dibenahi. Ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus memperbaiki kondisi dalam negeri daripada terlalu jauh mencampuri persoalan negara lain.
Menurut Habib Ali bin Abdullah Al Kaff, berbagai masalah seperti kesulitan ekonomi masyarakat, bencana alam, hingga ketidakadilan sosial membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. “Kepentingan bangsa dan negara harus menjadi prioritas. Kita harus memikirkan bagaimana membantu masyarakat dan memperkuat negara kita sendiri,” ujarnya.
Salah satu hal yang disoroti Habib Ali bin Abdullah Al Kaff adalah persoalan korupsi yang dinilainya semakin besar skalanya. Ia menilai praktik korupsi yang melibatkan angka fantastis merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa.
“Sekarang nilai korupsi sudah sangat besar. Bahkan angka miliaran kadang dianggap kecil. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ucap Habib Ali bin Abdullah Al Kaff.
Menurutnya, jika praktik tersebut terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin dapat merusak fondasi negara.
Lebih jauh, Habib Ali bin Abdullah Al Kaff menegaskan bahwa Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk melakukan introspeksi diri. Ia menyebut bulan suci ini sebagai barometer yang menunjukkan apakah seseorang mampu memperbaiki diri atau tidak.
Jika seseorang tidak mampu berubah selama Ramadan, maka kemungkinan besar perubahan setelahnya juga akan sulit terjadi. “Namun jika kita bisa memperbaiki diri di bulan Ramadan, insya Allah setelahnya Allah akan memberikan kemudahan dan keberkahan dalam hidup kita,” tutur Habib Ali bin Abdullah Al Kaff.
Di akhir pesannya, Habib Ali bin Abdullah Al Kaff mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Kekayaan dan jabatan tidak akan berarti ketika seseorang telah menghadapi akhir kehidupan.
Karena itu ia mengajak seluruh umat Muslim untuk memanfaatkan Ramadan sebagai kesempatan memperbanyak amal kebaikan dan menjaga sikap positif dalam kehidupan.
“Pada akhirnya manusia akan meninggal dunia. Harta tidak akan berarti lagi. Karena itu mari kita jalani hidup dengan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama,” pesan Habib Ali bin Abdullah Al Kaff.
Refleksi Ramadan dari Habib Ali bin Abdullah Al Kaff ini menjadi pengingat bahwa kekuatan iman dan semangat kebangsaan harus berjalan beriringan. Dengan menjaga persatuan, memperbaiki moral, dan mengutamakan kepentingan bangsa, harapan akan Indonesia yang damai dan sejahtera tetap terbuka lebar. (cahyo)

+ There are no comments
Add yours