IMVA 2026 : Oleg Sanchabakhtiar Bangun Ekosistem Video

Beritareportase.com – Tidak banyak yang benar-benar memikirkan nasib para pekerja di balik layar video musik, mereka yang mengatur cahaya, membingkai gambar, hingga menyusun ritme visual agar selaras dengan nada. Namun bagi Oleg Sanchabakhtiar, justru di situlah denyut penting industri kreatif berada.

Lewat Indonesian Music Video Awards (IMVA) 2026, Oleg Sanchabakhtiar mencoba membangun sesuatu yang lebih dari sekadar ajang penghargaan: sebuah sistem yang hidup, berkelanjutan, dan membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berkarya.

Gagasan ini bukan muncul tiba-tiba. Oleg Sanchabakhtiar telah menyimpan kegelisahan sejak awal 2000-an, ketika ajang video musik di Indonesia perlahan menghilang tanpa penerus. “Saya tunggu bertahun-tahun, tapi tidak ada yang melanjutkan. Akhirnya saya urus legalitasnya dan mulai membangun sendiri,” ujarnya di CC Cafe at Nancys Place,  Ampera Raya, Jakarta Selatan (23/04/2026).

Oleg Sanchabahktiar

Perjalanan panjang itu berujung pada lahirnya format baru IMVA 2026 dengan konsep utama Piala Swaradrisya sebuah penghargaan yang berjalan sepanjang tahun, bukan sekadar seremoni tahunan.

Alih-alih menunggu satu malam puncak, IMVA justru bergerak setiap bulan. Sejak Januari 2026, karya-karya yang masuk langsung melalui tahap kurasi dan penilaian.

Hasilnya tidak instan. Oleg Sanchabakhtiar menyebut, setiap periode membutuhkan waktu hingga dua bulan agar penilaian benar-benar matang. Karya terbaik tiap bulan kemudian akan dikumpulkan untuk bersaing di Grand Final 2027. “Ini bukan lomba cepat. Ini proses panjang yang terus berjalan,” katanya.

Jika selama ini penghargaan musik identik dengan popularitas penyanyi, IMVA justru menggeser fokus ke arah berbeda. Yang disorot bukan hanya wajah di depan kamera, tetapi mereka yang bekerja di baliknya.

Mulai dari sutradara, editor, director of photography (DOP), hingga stylist dan tim teknis lain mendapat ruang apresiasi yang setara. “Video musik itu kerja kolektif. Kalau hanya melihat penyanyi, kita kehilangan cerita besar di baliknya,” jelas Oleg Sanchabakhtiar.

Pendekatan ini membuat IMVA terasa lebih dekat dengan penghargaan film, di mana setiap elemen produksi memiliki nilai.

Oleg Sanchabahktiar

Salah satu hal yang menjadi perhatian Oleg Sanchabakhtiar adalah regenerasi. Ia secara sadar membuka pintu selebar mungkin, bahkan untuk pelajar. “Saya ingin anak SMP dan SMA sudah berani berkarya. Sekarang dengan handphone saja sudah bisa membuat video musik,” ujarnya.

Menariknya, sistem penjurian juga melibatkan berbagai lapisan, termasuk pelajar yang suaranya digabung sebagai representasi generasi baru.

Di balik idealisme tersebut, ada satu hal yang terus dijaga yaitu independensi. Oleg Sanchabakhtiar menyadari bahwa dunia penghargaan tidak lepas dari potensi intervensi. Namun ia memilih berdiri tegas. “Tidak boleh ada titipan. Kalau itu terjadi, lebih baik saya mulai lagi dari nol,” ucapnya.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa IMVA dibangun bukan untuk kepentingan sesaat, melainkan sebagai fondasi jangka panjang.

Di era di mana teknologi berkembang pesat, termasuk penggunaan AI dalam produksi visual, IMVA tidak mengambil posisi menolak. Sebaliknya, Oleg Sanchabakhtiar melihatnya sebagai alat yang perlu diarahkan. “AI bukan musuh. Tapi tetap harus ada ide dan arah dari kreatornya,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan musik tidak lagi terpisah dari visual. Keduanya kini menjadi satu pengalaman utuh yang dikonsumsi bersamaan.

Bagi Oleg Sanchabakhtiarr, IMVA adalah tentang membangun sesuatu yang bisa terus hidup bahkan tanpa dirinya kelak. “Ini warisan, bukan momentum,” tegasnya.

Oleg Sanchabakhtiar percaya, jika ekosistem ini berjalan dengan baik, maka akan lahir lebih banyak kreator yang tidak hanya berkarya, tetapi juga dihargai.

IMVA 2026 Oleg Sanchabahktiar Bangun Ekosistem Video

Bagi kreator yang ingin ambil bagian dalam Piala Swaradrisya IMVA 2026, informasi lengkap dapat diakses melalui:

  • Website resmi: https://www.indonesianmusicvideoawards.com⁠
  • Instagram: https://www.instagram.com/planetdesign_indonesia/reels/⁠
  • Link pendaftaran:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfgOAdk1iKAp1_nihhakA6ljdYh-DZ6DU2XvIspXBuaT4CvQw/viewform⁠

Di tengah arus cepat industri musik digital, langkah Indonesian Music Video Awards 2026 mungkin terasa berbeda, lebih pelan, lebih detail, dan lebih manusiawi. Namun justru di situlah kekuatannya memberi ruang bagi mereka yang selama ini bekerja dalam diam, untuk akhirnya terlihat. (cahyo)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours