Jakarta ! beritareportase.com/ –
Nama Lulu Mudita mulai diperhitungkan sebagai salah satu pendatang baru di industri musik Indonesia. Bukan sekadar mengandalkan keberanian untuk tampil, kemampuan vokal Lulu bahkan mendapat penilaian positif dari AFE Records saat mempersiapkan single debutnya, “Apakah Kamu Orangnya?”.
Lulu Mudita resmi memperkenalkan single perdananya dalam acara launching yang digelar di Lithium Rooftop, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Bagi Lulu Mudita, perilisan “Apakah Kamu Orangnya?” menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya ia membawa hobi bernyanyi yang selama ini dilakukan secara sederhana ke ranah profesional. “Aku tuh suka nyanyi. Cuma selama ini aku nyanyi di kamar mandi. Jadi kayaknya rasanya belum tersalurkan dengan baik,” ujarnya.
Kecintaannya terhadap musik kemudian mulai berkembang ketika Lulu Mudita duduk di bangku kuliah. Ia memberanikan diri tampil dalam sejumlah konser kecil hingga akhirnya muncul keinginan untuk memiliki lagu sendiri.
“Aku bilang ke Mama, ‘Ma, kayaknya aku pengin coba nyanyi. Aku pengin reach ke orang-orang juga. Aku pengin punya lagu,’” tutur Lulu Mudita.

Keinginan tersebut akhirnya membawanya bertemu dengan tim AFE Records dan menjalani proses produksi single debut. Potensi Lulu Mudita mulai terlihat ketika tim produksi mendengarkan demo “Apakah Kamu Orangnya?” yang dibawakannya dalam versi latihan.
Dikatakan oleh Hendy Ahmad dari AFE Records, Lulu Mudita memberikan kejutan karena kualitas vokalnya dinilai berbeda dari kebanyakan penyanyi pendatang baru. “Biasanya penyanyi pendatang baru tidak seperti ini. Nah, ini di atas rata-rata,” katanya
Penilaian tersebut membuat Hendy Ahmad semakin yakin untuk membawa proyek Lulu ke tahap yang lebih serius. “Di situ kepercayaan diri saya menjadi lebih tinggi untuk membuat project ini lebih serius lagi,” lanjutnya.
Bagi AFE Records, kemampuan bernyanyi bukan satu-satunya faktor. Kemauan untuk belajar dan keterbukaan dalam berkolaborasi juga menjadi modal penting bagi penyanyi muda untuk berkembang. “Kalau kita bicara masalah kriteria, bukan hanya masalah bisa bernyanyi. Kalau kolaborasinya baik, hasilnya juga baik,” ujar Hendy Ahmad.
Menariknya, meski memiliki kemampuan vokal yang mendapat apresiasi, Lulu tetap mengakui dirinya masih harus banyak belajar. Proses rekaman profesional menjadi pengalaman baru yang sekaligus membuka matanya mengenai dunia produksi musik.
Lulu Mudita mengaku belum pernah melakukan take vocal secara profesional sebelum mengerjakan single ini. “Pas aku cobain take vocal, hal baru banget buat aku. Aku sampai berpikir, ‘Wow, ternyata gini ya? Ternyata enggak semudah yang aku kira,” ungkapnya.
Mulai dari take vocal, improvisasi hingga menyesuaikan karakter suara dengan musik menjadi proses yang harus dilewati Lulu Mudita. Pengalaman tersebut menjadi tantangan sekaligus bekal bagi Lulu untuk membangun identitasnya sebagai penyanyi.

Untuk debutnya, Lulu Mudita tidak memilih lagu cinta dengan cerita romantis yang serba manis. “Apakah Kamu Orangnya?” justru mengambil sisi gelap dan ragu dalam sebuah hubungan.
Lagu ciptaan Bemby Noor dan Lulu Mudita tersebut bercerita tentang seseorang yang ingin membuka hati, tetapi masih dihantui ketakutan untuk salah memilih, kembali terluka, dan terlalu banyak berpikir.
Lulu Mudita mengatakan inspirasi lagu tersebut juga datang dari berbagai curhatan teman-temannya. “Ini lagu galau. Aku juga dapat inspirasi dari curhatan-curhatan teman aku,” katanya.
Sebagai seseorang yang kerap menjadi tempat curhat sahabat, Lulu Mudita kemudian merangkum berbagai cerita tersebut menjadi sebuah karya. “Jadi sebenarnya aku tempat curhat sahabat-sahabat yang dirangkum sama aku menjadi karya,” ujarnya.
Komposer Bemby Noor mengungkapkan “Apakah Kamu Orangnya?” mengalami proses kreatif yang cukup dinamis sebelum menemukan bentuk akhirnya. Ide awal lagu bermula dari narasi yang disampaikan Lulu Mudita. Dari cerita tersebut, Bemby kemudian mengembangkan lirik dan melodi.
Lulu Mudita pun tidak hanya menerima lagu yang sudah jadi. Ia ikut memberikan masukan terhadap lirik dan sejumlah bagian lagu ketika menjalani workshop di studio AFE Records. “Lulu juga ada masukan-masukan. Kayaknya mestinya di bait ini begini. Akhirnya ada perubahan-perubahan yang memang menyesuaikan ide-idenya Lulu juga, dari kata-katanya Lulu juga,” jelas Bemby Noor.
Dari sisi musik, lagu tersebut bahkan sempat memiliki karakter folk sebelum akhirnya berubah menjadi pop ballad. “Awalnya folk, lagu folk yang pop, seperti senja-senja. Kemudian ada masukan dari Lulu dan Om Agus. Akhirnya berubah dari folk itu lebih ke pop, ballad pop,” ungkap Bemby Noor.
Menurut Bemby Noor, perubahan tersebut justru memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan sebuah karya.
Tidak berhenti pada musik, “Apakah Kamu Orangnya?” juga diperkuat melalui video musik dengan visual bergaya drama Korea. Konsep tersebut menggambarkan perjalanan emosional tokoh dalam lagu, mulai dari rasa penasaran, ketertarikan, keraguan hingga pergulatan batin ketika harus menentukan apakah seseorang benar-benar layak dicintai.
Lulu Mudita mengaku pemilihan konsep tersebut sangat berkaitan dengan kegemarannya terhadap drama Korea. “Aku suka banget sama drakor atau drama Korea,” katanya.
Salah satu tantangan terbesar Lulu Mudita ketika menjalani syuting adalah adegan menangis. Ia mengaku kesulitan mengeluarkan air mata ketika harus membangun emosi untuk adegan tersebut. “Aku tuh enggak bisa menangis. Susah. Akhirnya aku coba-coba, tapi enggak bisa keluar air mata,” ujarnya.
Dari seluruh adegan, momen bermain Jenga menjadi salah satu yang paling berkesan bagi Lulu Mudita. Menurutnya, adegan tersebut terasa natural karena ia dan lawan main dapat berinteraksi dengan lebih santai.
Namun, ketika ditanya bagian cerita yang paling merepresentasikan dirinya, Lulu Mudita justru memilih satu perasaan yang menjadi inti lagu tersebut. “Kalau yang paling mewakili aku, kalau diambil dari lirik lagunya, yang aku takut jatuh cinta,” ucapnya.

Perjalanan Lulu Mudita menuju industri musik tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya. Sang ibu berharap debut tersebut menjadi awal kesuksesan sekaligus membuka jalan bagi karya-karya berikutnya. “Harapannya semoga karya-karya Lulu Muditabisa diterima masyarakat Indonesia. Semoga Lulu bisa sukses dan single terbarunya diterima di masyarakat Indonesia,” ujar Mama Lulu Mudita.
Sementara sang ayah memiliki pengalaman yang membuatnya semakin percaya diri melihat kemampuan putrinya. Ia mengenang ketika Lulu Mudita secara mendadak diminta tampil di Taman Ismail Marzuki (TIM) di hadapan sekitar 1.200 penonton.
Awalnya, sang ayah khawatir Lulu Mudita akan gugup karena tampil di panggung besar. Namun, kekhawatiran tersebut justru berubah menjadi rasa bangga. “Lulu Mudita nyanyi tiga lagu dan ternyata menurut saya bisa perform bagus dan bisa interaksi dengan audiens bagus sekali,” katanya.
Bahkan, Lulu Mudita disebut mendapatkan tepuk tangan yang paling meriah dalam acara tersebut. “Saya kaget, tapi memang banyak orang-orang bilang suaranya Lulu Mudita bagus,” lanjutnya.
Kini, “Apakah Kamu Orangnya?” menjadi kartu pertama Lulu Mudita untuk memperkenalkan dirinya kepada publik. Dengan dukungan AFE Records, pengalaman dari proses produksi, serta penilaian positif terhadap kemampuan vokalnya, Lulu Mudita punya modal untuk tidak sekadar menjadi nama baru yang muncul sesaat.
Debut ini menjadi langkah awal bagi Lulu Nudita untuk membuktikan apakah potensi yang disebut “di atas rata-rata” tersebut mampu berkembang menjadi karakter vokal yang kuat dan identitas musik yang konsisten di tengah ketatnya persaingan industri musik Tanah Air.
)**Cahyo / Foto Ist.










