Beritareportase.com – Kolaborasi antara Ade Govinda dan Gloria Jessica akhirnya terwujud dalam single “Terbelah Jadi Dua”, sebuah karya yang lahir dari proses panjang, perenungan, dan kedalaman rasa. Lagu ini diperkenalkan dalam sesi Exclusive One on One Interview di Studio MyMusic Records, Jakarta Selatan, Jumat (17/04/2026).
Ade Govinda mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada Gloria Jessica sudah muncul sejak 2018, ketika ia pertama kali mendengar single “Tak Cinta Kamu” yang dirilis setelah ajang The Voice. Meski tidak langsung memahami cerita lagu tersebut, Ade Govinda mengaku terpikat oleh karakter vokal Gloria yang dinilainya “menari” dan mampu membawa pendengar larut dalam emosi.
“Cara dia menyanyi itu seperti mengayun, dan pendengarnya ikut terbawa. Dari situ saya merasa, ini penyanyi punya sesuatu yang berbeda,” kata Ade Govinda.

Keinginan untuk berkolaborasi sempat tertunda karena kesibukan masing-masing. Hingga akhirnya, pada 2025, keduanya menemukan momentum yang tepat untuk memulai proyek bersama. Awalnya hanya direncanakan sebagai single, namun berkembang menjadi sebuah album penuh bertema patah hati.
“Awalnya saya ingin menjadikan ‘Terbelah Jadi Dua’ sebagai single. Tapi setelah melihat potensi Gloria, saya merasa kita harus bikin satu album sekalian. Suaranya cocok sekali untuk cerita-cerita seperti ini,” jelas Ade Govinda.
Proses kreatif lagu ini terbilang tidak biasa. Ade Govinda memilih membangun aransemen setelah vokal direkam, sehingga emosi yang disampaikan Gloria Jessica bisa menjadi fondasi utama musiknya. Ia bahkan mengaku mengedit vokal secara detail setiap malam, kata demi kata, demi memastikan pesan lagu tersampaikan dengan jelas.

“Di proyek ini, yang dijual adalah suara dan lirik. Jadi saya pastikan setiap kata terdengar jelas. Mixing lagu ini saja sampai 13 kali revisi,” imbuh Ade Govinda.
Dalam proses produksi, Ade Govinda juga menggandeng Barsena Bestandhi sebagai vokal producer serta Jonas Roma sebagai mixing engineer untuk mengeksplorasi kualitas suara yang diinginkan.
Sementara itu, Gloria Jessica mengaku langsung terhubung secara emosional dengan lagu ini sejak pertama kali diperkenalkan. Bahkan tanpa demo, ia sudah bisa membayangkan bagaimana lagu tersebut akan dibawakan. “Kak Ade Govinda benar-benar memahami karakter saya. Dari awal saya sudah merasa ini ‘hook’-nya Gloria banget,” ujarnya.
Meski tidak terlibat langsung dalam penulisan lagu, Gloria Jessica memiliki peran penting dalam menyampaikan emosi dan pesan lagu. Ia fokus pada interpretasi rasa dan penyampaian vokal agar tetap jujur dan autentik.

“Lagu ini memang ditulis oleh Kak Ade, tapi tugas saya adalah memastikan rasa dan pesannya sampai ke pendengar,” kata Gloria Jessica.
Kolaborasi keduanya juga didukung oleh chemistry yang kuat. Mereka mengaku sama-sama pribadi yang perasa dan memiliki pengalaman hidup yang tidak mudah, namun mampu mengolahnya menjadi energi kreatif.
“Kita sering berbagi cerita, bahkan hal-hal berat pun ujungnya bisa kita tertawakan bersama. Itu yang membuat proses album ini terasa ringan dan menyenangkan,” ungkap mereka.
“Terbelah Jadi Dua” sendiri diharapkan bisa menjadi dua hal sekaligus bagi pendengar: pelampiasan emosi dan teman di kesunyian. Lagu ini merekam fase patah hati, namun juga menjadi refleksi bagi mereka yang telah berdamai dengan masa lalu.
“Musik itu tidak pernah menghakimi. Ia selalu hadir sebagai teman dalam berbagai fase kehidupan,” ucap Gloria Jessica.
Dari sisi produksi, Ade Govinda menonjolkan elemen ambience dan atmosfer dalam aransemen lagu ini. Ia meminimalisir penggunaan gitar dan lebih fokus pada lapisan suara yang mendukung karakter vokal Gloria Jessica.

“Ini lebih ke sound atmosphere. Semua disusun agar menyatu dengan warna suara Gloria Jessica,” jelas Ade Govinda.
“Terbelah Jadi Dua” menjadi langkah awal menuju album kolaborasi Ade Govinda dan Gloria Jessica yang rencananya akan dirilis tahun ini. Album tersebut digambarkan memiliki benang merah emosi yang kuat, dengan nuansa “biru” sebagai representasi perasaan mendalam.
Dengan proses yang intens dan pendekatan yang jujur, karya ini bukan sekadar lagu, melainkan ruang bagi pendengar untuk merasakan, mengingat, dan mungkin menyembuhkan luka. (cahyo)

+ There are no comments
Add yours