Jakarta ! BeritaReportase.com –
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi terus memperkuat langkah strategis melalui Rapat Kerja (Raker) II 2026 sebagai upaya menyusun program kerja yang selaras dengan perkembangan Jakarta, kebutuhan masyarakat, serta tantangan menuju kota global.
Raker Bamus Betawi II yang berlangsung pada 16–17 Juni 2026 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran masyarakat Betawi dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota.
Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad, S.H. menegaskan bahwa Raker 2026 menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan, memperbarui strategi organisasi, serta melahirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Rangkaian raker ini menjadi ruang untuk menyusun rencana kerja, menguatkan kepedulian terhadap masyarakat Betawi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi Jakarta,” ujar H. Riano P. Ahmad.

Menurutnya, perkembangan Jakarta membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga agar pembangunan berjalan secara inklusif.
Bamus Betawi berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memastikan nilai-nilai Betawi tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta H. Ali Maulana, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Bamus Betawi dalam menjaga budaya dan persatuan masyarakat Jakarta.
Ia menilai keberadaan budaya Betawi menjadi bagian penting dari perjalanan Jakarta sebagai kota modern yang tetap memiliki karakter dan identitas.
“Urusan Betawi adalah urusan Jakarta, dan urusan Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Tantangan ke depan adalah bagaimana seluruh pihak menjaga persatuan dalam satu perspektif kebersamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh Betawi sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Bamus Betawi, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial saat Jakarta memasuki fase transformasi menuju kota global.
Menurut Fauzi Bowo, masyarakat Betawi harus menjadi bagian utama dalam menjaga wajah Jakarta agar kemajuan teknologi dan pembangunan tetap berjalan bersama dengan nilai budaya.
“Bamus Betawi harus terus berperan menjaga persatuan. Mari berhijrah dari yang kurang baik menjadi lebih baik, dari yang sudah baik menjadi semakin baik,” pesannya.
Raker Bamus Betawi 2026 yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD, Kepala Kesbangpol,. Bapeda DKI Jakarta dan dinas kebudayaan terkait, menjadi bagian dari persiapan menyongsong lima abad perjalanan Jakarta. Perubahan Jakarta menuju kota global harus tetap memiliki fondasi budaya yang kuat agar pembangunan tidak kehilangan akar sejarah.

Jakarta membutuhkan pelayanan publik yang dapat dirasakan seluruh warga. Semangat “Jaga Jakarta” menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan kota yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan berdaya saing.
Budaya Betawi terus didorong agar mampu berkembang hingga tingkat internasional. Tradisi, kesenian, bahasa, serta nilai kearifan lokal menjadi kekuatan yang memperkaya citra Jakarta di mata dunia.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bamus Betawi menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga identitas masyarakat yang menjadi jiwa Jakarta.

Raker Bamus Betawi 2026 menjadi bukti bahwa masa depan Jakarta dibangun melalui kebersamaan. Ketika budaya, persatuan, dan kemajuan bergerak dalam satu langkah, Jakarta tidak hanya tumbuh sebagai kota global, tetapi juga tetap menjadi kota yang memiliki karakter dan hati masyarakatnya.
Raker Bamus Betawi 2026 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan langkah nyata menjaga warisan budaya sekaligus menyiapkan masa depan Jakarta. Dengan semangat kolaborasi dan persatuan, masyarakat Betawi bersama seluruh warga Jakarta menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kota global yang maju tanpa kehilangan jati diri.
)**Yuri P / Foto Ist

+ There are no comments
Add yours