Jakarta BeritaRepotase-
Dit tengah euforia Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan tak hanya bergelora di pusat-pusat pemerintahan, tetapi juga meresap kuat dalam gelaran jamuan kerakyatan di kawasan Jakarta Selatan. Acara persaudaraan yang diinisiasi oleh komunitas lokal bersama jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Jakarta Selatan ini menjadi simbol solidaritas warga sekaligus perayaan sewindu perjalanan komunitas Sehati.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran TNI-Polri lokal, di antaranya Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf. Nyoman Isgiyanto, perwakilan Koramil Jakarta Selatan, serta Kapolsek Jagakarsa AKP Nurma Dewi. Kehadiran para pimpinan kewilayahan ini menegaskan komitmen pengamanan dan pengayoman terhadap ruang-ruang silaturahmi warga di tingkat akar rumput.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini sarat dengan pemaknaan kemerdekaan secara mandiri. Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa perhelatan kerakyatan ini digagas secara swadaya sebagai bentuk kecintaan mendalam terhadap Tanah Air.
Kendati dinamika sosial dan kekecewaan terhadap situasi tertentu kerap membayangi, rasa nasionalisme warga tidak pernah luntur.
“Walaupun dalam kondisi yang serba terbatas, kita harus tetap merdeka. Kemerdekaan sejati adalah ketika kita terus berjuang untuk kemandirian diri sendiri dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Annisa Queen di sela-sela kegiatan.
Momentum ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun ke-8 komunitas Sehati. Perjalanan delapan tahun tersebut dinilai sebagai proses panjang pengabdian personal para anggotanya dalam menjaga kerukunan dan merawat nilai-nilai kebersamaan di Jakarta Selatan.
Kemeriahan resepsi kerakyatan semakin semarak dengan penampilan panggung hiburan yang membawakan lagu populer “Jangan Senggol”. Dhea Bacan dan Anisa Queen, dua personel grup musik lokal TDBA yang tampil dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka adalah bentuk persembahan karya untuk masyarakat. Turut memeriahkan juga hadirnya Berbie Kumalasari dan Risna.
Meski harus tampil di bawah terik cuaca Jakarta Selatan, para seniman muda ini tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Melalui bait-bait lagu yang membawakan pesan keteguhan diri, pesan moral yang disampaikan terasa relevan: perjuangan hidup membutuhkan proses, martabat, dan semangat persatuan yang tidak mudah digoyahkan oleh intervensi luar.
Sinergi antara aparat keamanan setempat, tokoh komunitas, dan elemen masyarakat dalam acara ini membuktikan bahwa nilai persatuan di Jakarta Selatan tetap kokoh.
Perayaan sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ikhtiar berkelanjutan untuk menjaga martabat, merawat persaudaraan, dan berdiri tegak di atas kaki sendiri.
Kemerdekaan sejati tidak pernah diukur dari kemewahan seremoni, melainkan dari keteguhan hati warga yang terus berjuang mandiri di tengah segala keterbatasan.Dan sewindu perjalanan komunitas Sehati bersama seluruh jajaran Jakarta Selatan menjadi bukti otentik bahwa ketika kedaulatan jiwa dan persaudaraan akar rumput menyatu, semangat Indonesia Merdeka akan senantiasa menyala abadi, tak tergoyahkan oleh zaman dan tak tergadaikan oleh keadaan.
Dan tak lupa sy ucapan trimkasih yg sebesar2nya, kepada
Polres Metro Jakarta Selatan,
dan Spesial buat Kapolsek Kebayoran Lama beserta tiga pilarnya…semakin jaya Polres Jaksel,Polsek Kebayoran Lama dan Polsek Jagakarsa Pungkasnya.(PRAY)
















