Jakarta BeritaRepotase Menutup bulan kemerdekaan dengan semangat nasionalisme yang membara, Pesona Seniman Indonesia bersama maestro seni Ussy Pieters sukses menggelar puncaknya ajang Ussy Pieters Cups “Juara Merah Putih”. Perhelatan megah yang menggabungkan Grand Final Fashion Show dan Singing Competition ini berlangsung meriah di Kendil Mas, Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026).

Ajang ini menjadi ruang pembuktian bagi puluhan talenta terbaik yang telah menyisihkan ratusan peserta sejak Juni 2026. Bukan sekadar kompetisi berburu gelar, Ussy Pieters Cups menjelma menjadi wadah peleburan antara seni, kebudayaan, dan penghormatan terhadap identitas kebangsaan Indonesia.

Perjalanan Panjang Para Finalis Terbaik
Rangkaian seleksi Ussy Pieters Cups berlangsung ketat dan terstruktur. Dimulai dari babak kualifikasi Fashion Show pada Juni 2026, kompetisi berlanjut ke babak penyisihan Lomba Menyanyi kategori pria dan wanita pada Juli 2026.
Dari proses penyaringan ketat tersebut, lahir 10 finalis Fashion Show, serta masing-masing 10 finalis pria dan 10 finalis wanita di kategori menyanyi yang berlaga di panggung Grand Final.
Pada fase penyisihan, para peserta uji vokal diuji lewat dua lagu wajib: single bernuansa mendalam karya Otte Abadi yang dipopulerkan Ussy Pieters berjudul “Sampai Kapan”, serta tematik nasionalis “Rayuan Pulau Kelapa”.
Memasuki laga puncak, tensi kompetisi semakin memuncak. Para finalis pria ditantang membawakan lagu legendaris “Melati di Tapal Batas”, sementara finalis wanita memamerkan kebolehan teknik vokal lewat karakter lagu “Kopral Jono”.
Penilaian Objektif dari Legenda Musik Indonesia
Menjamin objektivitas dan standar kualitas industri, Pesona Seniman Indonesia menghadirkan jajaran dewan juri papan atas tanah air. Tiga nama besar yang mengawal ruang penjurian adalah penyanyi legendaris Rita Effendy, musisi senior Agus Wisman, serta Ussy Pieters sendiri.
Setiap detik penampilan finalis dinilai secara presisi, mencakup kualitas vokal, penguasaan panggung, hingga interpretasi emosional terhadap lagu-lagu bernuansa perjuangan tersebut.
Ussy Pieters, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat Pesona Seniman Indonesia sekaligus Ketua Umum PAPPRI DKI Jakarta, menegaskan pentingnya kontinuitas panggung bakat seperti ini.
“Melalui Ussy Pieters Cups, kami ingin memberikan kesempatan kepada para talenta untuk tampil, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi wadah yang mempertemukan seni, kreativitas, dan semangat Merah Putih dalam satu panggung,” ujar Ussy Pieters di sela acara.
Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ini bergema kuat melalui gelaran acara “Pesona Seniman”.
Diinisiasi oleh tokoh musik nasional Ussy Pieters bersama Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), ajang ini sukses menyedot antusiasme tinggi dari para seniman dan pegiat seni dari berbagai daerah.
Acara utama menghadirkan kompetisi sengit pada babak penyisihan 10 besar kategori Pria dan Wanita untuk Lomba Menyanyi Lagu Perjuangan. Para peserta diuji membawakan tembang wajib bernuansa patriotik, seperti “Kopral Jono” dan “Melati di Tapak Hapsari”, yang dibawakan penuh penjiwaan dan karakter vokal yang matang.
Tak kalah memukau, panggung Pesona Seniman juga dimeriahkan oleh kompetisi Fashion Show Busana Formil Adat Budaya Nusantara.
Para finalis tampil anggun dan gagah memeragakan keanekaragaman pakaian adat daerah yang telah dimodifikasi secara kreatif, seperti perpaduan kebaya daerah yang modern namun tetap menjaga nilai luhur tradisi.
Partisipasi Bangga dan Mandiri
Ussy Pieters bangga terhadap partisipasi peserta yang datang dari berbagai penjuru, mulai dari Bandung hingga Bangka. Menariknya, antusiasme besar ini terbangun secara mandiri melalui jaringan media sosial.
“Keterlibatan para peserta luar biasa. Kami memberikan kebebasan dalam berekspresi tanpa membatasi kreativitas mereka, baik dalam olah vokal maupun peragaan busana adat,” ujar Ussy Pieters.
Daya tarik acara ini semakin diperkuat dengan total hadiah menarik mencapai Rp.6 juta bagi para pemenang, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para seniman muda dalam melestarikan budaya bangsa.
Melihat keberhasilan gelaran ini, Ussy Pieters telah menyiapkan agenda strategis berikutnya, yakni menggelar kompetisi Band se-Jabodetabek. Langkah ini diambil untuk terus merawat ekosistem musik tanah air agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.
Ussy menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari seluruh jejaring seni serta pemerintah pusat demi kemajuan industri kreatif nasional.
Karya seni bukan sekadar hiburan, melainkan identitas bangsa yang harus terus dirawat dan dibanggakan. Seni dan budaya adalah fondasi utama kepribadian bangsa.
Melalui komitmen tanpa henti dari para senimannya, Indonesia tidak hanya merayakan kemerdekaan secara simbolis, tetapi juga menghidupkan jiwanya di atas panggung karya yang tak pernah padam.
Generasi Muda, Mengukuhkan Warisan Seni dan Kebangsaan
Senada dengan Ussy, Ketua Pesona Seniman Indonesia, Reza Anjela, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan seni pertunjukan generasi muda.
“Melalui penyelenggaraan Ussy Pieters Cups Finals ‘Juara Merah Putih’, kami berharap kompetisi ini dapat terus menjadi wadah positif bagi talenta Indonesia sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda untuk berani berkarya, berkompetisi, dan mengembangkan potensi mereka di bidang seni dan kreativitas,” tegas Reza Anjela.
Ussy Pieters Cups yang disponsori penuh oleh Ussy Pieters dan diprakarsai oleh Pesona Seniman Indonesia bukti nyata dedikasi tokoh seni lokal dalam merawat ekosistem bakat tanah air. Perpaduan antara keindahan peragaan busana dan harmoni musik nasional tidak hanya menyuguhkan hiburan berkelas di Jakarta Selatan, tetapi juga menanamkan rasa bangga akan identitas Bangsa Indonesia.
Ketika bakat diasah dengan objektivitas, kreativitas diberi ruang ekspresi, dan semangat nasionalisme dijadikan fondasi utama, maka dari panggung inilah lahir para juara sejati—juara yang tidak hanya menguasai panggung, tetapi juga menggetarkan jiwa Merah Putih Penuh Semarak dan Sangat Meriah Pungkasnya.(Pray)
















