Jakarta ! beritareportase.com/ —
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menunjukkan gejolak vulkanik yang mengejutkan warga setempat. Pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB, gunung api tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak. Letusan ini menjadi erupsi perdana setelah Sinabung relatif tenang sejak medio 2022.
Dampak material erupsi yang membahayakan keselamatan warga sekitar mendesak tanggap darurat yang efisien. Merespons kondisi kritikal ini, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bergerak cepat mengamankan masyarakat terdampak.
Kecepatan Evakuasi Menentukan Keselamatan Jiwa
Sultan menegaskan bahwa kecepatan tindakan evakuasi di lapangan menjadi kunci utama dalam meminimalkan potensi korban jiwa maupun dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Menurutnya, efektivitas kerja BPBD di lapangan harus didukung oleh ketersediaan sumber daya dan alokasi anggaran bencana yang memadai dari pemerintah.
“Pemerintah Daerah bersama BPBD perlu sesegera mungkin mengevakuasi masyarakat di daerah terdampak. Kami juga mendorong agar Pemda berkoordinas Lo Loi dengan semua pihak, terutama Pemerintah Pusat,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut di Jakarta.
Kebutuhan Logistik Warga Jadi Prioritas Utama
Selain proses evakuasi fisik, Sultan menggarisbawahi pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di titik-titik pengungsian. Pasokan logistik seperti bahan makanan, obat-obatan, masker pengaman saluran pernapasan, hingga tempat tinggal sementara (shelter) yang layak harus dipastikan siap dan terdistribusi secara merata.
Mengingat peran vital personel lapangan dalam kondisi darurat ini, DPD RI menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas yang bertaruh keselamatan demi melindungi warga.
“BPBD menjadi pihak yang paling diharapkan perannya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak erupsi. Kami mengapresiasi dan menyampaikan dukungan moral kepada petugas BPBD yang terus berjibaku di lapangan,” pungkas Sultan.
Erupsi Gunung Sinabung bukan sekadar fenomena alam, melainkan ujian nyata bagi ketangguhan mitigasi bencana dan kesiapsiagaan pemerintah dalam melindungi rakyatnya.
Ketika keselamatan warga bergantung pada hitungan detik, koordinasi lintas sektor dan dukungan anggaran BPBD yang mumpuni bukan lagi sekadar pilihan administrasi, melainkan kewajiban mutlak negara yang harus hadir di garis terdepan.
)**Tjoek / Foto Ist















