beritareportase.com/ — Sejumlah pelawak dan pemusik Tanah Air mencoba warna baru di industri entertainment dengan membentuk grup musik berkonsep boyband komedi. Grup tersebut diberi nama The Boys Job, yang digawangi Yadi Sembako, Caesar, Kudil, Boski, Katan, dan Mono Cocok.
Berbeda dari grup musik pada umumnya, The Boys Job menggabungkan unsur musik dan komedi dalam satu konsep. Kehadiran grup ini diharapkan menjadi wadah bagi para personelnya untuk berkarya sekaligus membuka peluang baru di dunia hiburan.
Diungkapkan oleh Yadi Sembako, bahwa The Boys Job tidak lahir melalui proses audisi. Grup tersebut justru terbentuk dari kebiasaan para personel yang sering bertemu dan mendapatkan pekerjaan di panggung yang sama.
“Ya ini sih apa ya, berawal dari kumpul-kumpul kita saja ya satu panggung, sering dapat kerjaan bareng. Akhirnya ada cetus-cetus buat bikin sesuatu karya,” kata Yadi Sembako di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

Menurut Yadi Sembako, nama The Boys Job baru muncul setelah mereka mulai mendapatkan pekerjaan sebagai sebuah tim.
“Nama mah belakangan kita dapat. Kita dapat job tuh, baru nama itu timbul,” ujar Yadi Sembako.
Boski kemudian mengungkap alasan di balik pemilihan nama The Boys Job. Menurutnya, pekerjaan menjadi salah satu faktor utama yang mempertemukan keenam personel.
“Karena memang yang mengumpulkan kita semua ini adalah job. DP dulu! DP dulu!” ujar Boski sembari bercanda.
Dari sisi konsep, The Boys Job memang sengaja membawa identitas boyband yang tidak hanya mengandalkan musik, tetapi juga kekuatan komedi para personelnya.
“Kita kan boyband. Boyband yang berkomedi, dari namanya saja itu kelihatan, Boys Job. Laki-laki yang mencari pekerjaan. Nganggur!” kata Yadi Sembako.
Konsep tersebut semakin diperkuat dengan slogan yang mereka usung, yakni “Nada dan Tawa”. Slogan tersebut menjadi gambaran bahwa musik dan humor merupakan dua elemen utama yang ingin ditampilkan The Boys Job.
“Kita slogan kita adalah nada dan tawa,” ujar Katan.
Pembentukan The Boys Job juga menjadi peluang bagi para personelnya untuk mengembangkan bidang lain di luar aktivitas masing-masing. Mereka datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari penyanyi, pemain musik, pencipta lagu, komedian, hingga pekerjaan lainnya.
Yadi Sembako berharap keberadaan grup tersebut dapat menjadi salah satu jalan bagi mereka untuk memperoleh rezeki tambahan.

“Ya, yang pasti dengan harapan ini bisa jadi salah satu jalan dan alternatif kita nyari rezekilah. Selain ada yang berasal dari penyanyi, pemain musik, pencipta lagu, penggali kubur, dan komedian-komedian,” tutur Yadi Sembako.
“Kita cari bidang lain yang mudah-mudahan dari sini juga kita bisa dapat rezeki. Amin,” imbuh Yadi Sembako.
Meski setiap personel memiliki kesibukan masing-masing, mereka mengaku tidak kesulitan untuk berkumpul. Namun, jawaban yang diberikan justru kembali menjadi bahan komedi.
“Nggak susah kok, tinggal nyomot doang kita,” kata Mono.
Caesar memiliki jawaban lain. Ia mengatakan makanan menjadi salah satu cara paling ampuh untuk mengumpulkan para personel.
“Mohon maaf kita bukannya susah dikumpulin ya. Karena kita kalau ada makanan kita ngumpul,” ujar Caesar.
“Maaf ya, bukan kita, lo saja!” timpal Yadi Sembako.
Bagi Yadi Sembako, intensitas pertemuan tersebut justru penting untuk membangun chemistry antarpersonel. Semakin sering mereka berkumpul, semakin kuat pula kekompakan yang diharapkan muncul ketika tampil sebagai The Boys Job.
“Yang pasti memang makin lama mudah-mudahan menjadi chemistry karena kita selalu ketemu, ketemu, ketemu, dan nanti kalau beliau nggak ada baru kita merasa kehilangan,” kata Yadi Sembako.
Kudil kemudian kembali menyelipkan candaan dengan menggoda Caesar yang disebut kerap menjadi pusat perhatian dalam kelompok tersebut.
“Kalau lo lagi nggak ada, kalau dia lagi nggak ada nih di Sukabumi, kita rasanya merdeka!” ujar Kudil.
Bagi Kudil sendiri, bergabung dengan The Boys Job juga menjadi pengalaman baru. Sebelumnya, ia pernah memiliki pengalaman bermusik bersama grup Teamlo.
“Ah ini nanya kebalik nih. Ngeband lagi? Ya mungkin ini ada pengalaman baru lagi. Ngeband kan sudah, butuh pengalaman lagi. Memang rezekinya mungkin di sini kita nikmati,” kata Kudil.
Sementara ketika ditanya alasan membentuk The Boys Job, Kudil kembali menjawab dengan gaya khas komedi. “Buat anak istri,” ucapnya.
Dengan perpaduan musik dan komedi, The Boys Job kini mencoba menawarkan warna berbeda di tengah industri hiburan Tanah Air. Mereka ingin membuktikan bahwa panggung musik tidak selalu harus serius, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan hiburan dan tawa bagi penonton. (doni)
















