beritareportase.com/ — Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dan organisasi relawan Projo kembali menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional. Dalam pembacaan tarot dan Akashic Records, paranormal Mbak Rara menyampaikan tafsir spiritual mengenai perjalanan Budi Arie dan Projo, termasuk peluang keduanya tetap memiliki tempat dalam peta politik.
Mbak Rara menekankan bahwa pembacaan tersebut merupakan interpretasi spiritual berdasarkan simbol kartu tarot dan keyakinan pribadinya, sehingga bukan analisis politik, prediksi faktual, maupun kepastian mengenai masa depan seseorang atau organisasi.
Dalam pembacaan tersebut, kartu Wheel of Fortune menjadi salah satu simbol utama yang muncul. “Ini ada simbol Wheel of Fortune atau simbol keberuntungan,” ujar Mbak Rara.
Mbak Rara menafsirkan Wheel of Fortune sebagai simbol keberuntungan yang menyertai perjalanan Projo, terutama dalam momentum Pilpres. Ia menghubungkan simbol tersebut dengan sejarah dukungan Projo terhadap Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019, serta dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
“Kalau untuk Projo, ini simbolnya adalah bejo, beruntung. Bisa dibilang untuk Pilpres, itu ada jimat ya. Jimat Projo,” kata Mba Rara.
Istilah “jimat” dalam pernyataan tersebut digunakan Mbak Rara sebagai bagian dari bahasa dan tafsir spiritualnya. Bukan berarti Projo secara faktual memiliki kekuatan tertentu yang dapat menentukan kemenangan dalam Pilpres.

Mbak Rara kemudian mengaitkan simbol keberuntungan tersebut dengan Budi Arie. Dalam pembacaan spiritualnya, Mbak Rara menilai Budi Arie memiliki “hoki” dalam perjalanan politik, terutama ketika berbicara mengenai Pilpres.
Mba Rara menyebut Budi Arie sebagai salah satu tokoh relawan yang ikut mendorong Joko Widodo maju dalam Pilpres 2014 dan kembali mendukungnya pada 2019. Sementara pada Pilpres 2024, Budi Arie disebut termasuk tokoh yang lebih awal memberikan dukungan kepada Prabowo-Gibran.
“Di 2024, Pak Budi Arie ini termasuk orang pertama yang mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran, lalu diikuti oleh relawan-relawan lainnya,” tutur Mbak Rara.
Dari simbol-simbol tarot tersebut, Mbak Rara kemudian menyampaikan keyakinannya bahwa Projo memiliki keberuntungan ketika memberikan dukungan dalam kontestasi Pilpres. “Siapa yang didukung oleh Projo, itu jadi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari tafsir spiritual Mbak Rara, bukan klaim bahwa dukungan Projo secara langsung menentukan hasil pemilihan.
Selain Wheel of Fortune, muncul pula kartu The Star. Mbak Rara menafsirkan kartu tersebut sebagai simbol bahwa Projo masih akan menjadi perhatian dalam perjalanan politik ke depan. Ia kemudian mempertanyakan kemungkinan Projo berkembang menjadi partai politik.
“Apakah Projo akan menjadi partai? Di sini masih konsolidasi sih, masih konsolidasi, masih diobrolin dulu,” ucap Mba Rara.
Dalam pembacaan tersebut, belum terlihat adanya kepastian mengenai perubahan Projo menjadi partai. Yang muncul adalah gambaran mengenai proses konsolidasi dan pembicaraan yang masih berlangsung.
Polemik Budi Arie juga disinggung dalam pembacaan Mbak Rara, terutama terkait kabar mengenai pelaporan atas isu dugaan makar.
Mbak Rara menyebut adanya kabar bahwa Budi Arie akan dilaporkan oleh relawan Prabowo. “Untuk kasus ini Pak Budi Arie kabarnya dilaporkan oleh relawan Prabowo untuk makar, ya,” katanya.
Namun, dalam tafsir spiritualnya, Mbak Rara justru melihat pamor Budi Arie masih kuat. “Secara pamor, secara aura, Pak Budi Arie masih kuat,” ujarnya.
Ia kemudian menyebut elemen tanah yang menurut tafsirnya menggambarkan kondisi relatif stabil. “Baik-baik saja, tidak akan ada terjadi masalah yang serius,” lanjut Mba Rara.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari ramalan dan interpretasi spiritual, bukan kesimpulan hukum mengenai dugaan makar ataupun kepastian mengenai proses pelaporan.
Dari rangkaian kartu yang dibacanya, Mbak Rara kemudian menyampaikan pesan agar Budi Arie tetap dirangkul. “Saranku, karena sudah ada simbol keberuntungan, hoki ini, ya Pak Budi Arie tetap harus dirangkul,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu kesimpulan utama dari pembacaan Mbak Rara. Menurut tafsirnya, simbol Wheel of Fortune menunjukkan keberuntungan, sementara The Star menggambarkan perhatian dan peluang yang masih terbuka bagi Projo.
Mbak Rara juga melihat hubungan Projo dengan Joko Widodo masih baik. “Silaturahminya tetap terjaga, nanti akan diperbaiki. Dengan Pak Jokowi bagaimana? Ya Pak Jokowi ya tetap baik,” ujarnya.

Sementara itu, dalam percakapan mengenai polemik pernyataan Budi Arie, Silas Dutu menilai pernyataan tersebut masih merupakan bagian dari dinamika demokrasi. “Apa yang disampaikan Budi Arie itu, saya pikir itu normal dalam alam demokrasi ini,” kata Silas Dutu.
Ia menilai pernyataan Budi Arie sebagai bentuk penilaian, persepsi, atau pendapat terhadap berbagai persoalan yang sedang berkembang. Silas Dutu juga menegaskan posisi kelompoknya sebagai pendukung Prabowo dan mengklaim ikut mendorong pencalonan Prabowo.
Jika dirangkum, pembacaan Mbak Rara menempatkan Budi Arie dan Projo dalam simbol keberuntungan melalui kartu Wheel of Fortune. Sementara kemunculan The Star ditafsirkan sebagai tanda bahwa Projo masih memiliki perhatian dan peluang dalam perjalanan politik. Dari tafsir tersebut, Mbak Rara menyarankan agar Budi Arie dan Projo tetap dirangkul.
Meski demikian, seluruh pembacaan mengenai “hoki”, keberuntungan, masa depan Projo, maupun kondisi Budi Arie merupakan interpretasi spiritual Mbak Rara terhadap simbol tarot dan Akashic Records. Pembacaan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai hasil Pilpres, arah politik, proses hukum, atau keputusan pemerintah. (sulis)










