Beritareportase.com — Penyanyi asal Jakarta, Liebie, memasuki babak baru dalam perjalanan karier musiknya dengan merilis EP atau mini album bertajuk “Lurus Mentok” di bawah naungan Stoodio Music. Mini album ini menjadi langkah Liebie mengeksplorasi warna musik yang lebih berkembang melalui perpaduan dangdut remix dan electronic music.
Salah satu daya tarik utama EP tersebut adalah kolaborasi Liebie bersama DJ Stroo melalui lagu “Lurus Mentok Belok Kanan”. Lagu ini sekaligus menjadi focus track dalam mini album yang menghadirkan sentuhan breakbeat dengan beat elektronik yang lebih kekinian.
Kolaborasi tersebut menghasilkan karakter musik yang danceable dengan perpaduan vokal Liebie yang manja dan nuansa electronic dari DJ Stroo. Hasilnya adalah sebuah lagu ceria yang mengajak pendengar untuk bergoyang, sekaligus membawa cerita tentang seorang perempuan yang meminta kepastian dari kekasihnya.
Pertemuan Liebie dan DJ Stroo bermula secara tidak sengaja ketika keduanya bertemu dalam sebuah event musik. Keduanya kemudian merasa cocok secara musikal dan sepakat untuk menggarap karya bersama.
Menariknya, materi “Lurus Mentok Belok Kanan” sebenarnya telah disimpan DJ Stroo sejak beberapa tahun sebelumnya. Ketika materi tersebut ditawarkan kepada Liebie, sang penyanyi langsung tertarik.

Proses produksi lagu pun berlangsung relatif singkat. Dari mulai penggarapan hingga siap dirilis, “Lurus Mentok Belok Kanan” dikerjakan dalam waktu sekitar satu minggu.
“Walaupun bukan kolaborasi pertama kali, bagi saya ini menjadi sesuatu yang baru di perjalanan karier musik saya. Apalagi ada kolaborasi dengan DJ yang membawakan dangdut remix. Harapannya bisa diterima semua kalangan, dan cerita di lagu ini bisa relate dengan banyak orang,” ujar Liebie.
Liebie mengungkapkan, materi lagu tersebut sebenarnya sudah diciptakannya sejak 2022. Ide awalnya muncul ketika ia melihat perkembangan musik breakbeat yang lahir dan berkembang di klub-klub Indonesia.
“Materi lagu ini sebenarnya sudah lama aku ciptakan, sekitar tahun 2022 lalu. Berawal saat aku melihat fenomena berkembangnya musik bergenre breakbeat yang lahir dan besar di club-club Indonesia, tapi tak banyak DJ producer lokal yang merilis lagu dengan genre musik yang sangat Indonesia ini,” kata Liebie.
Menurutnya, perkembangan breakbeat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa genre tersebut memiliki pendengar dari berbagai kalangan, termasuk generasi Z.
Pandangan serupa disampaikan DJ Stroo. Ia mengaku sejak awal membutuhkan penyanyi yang tepat untuk membawakan materi tersebut. Pertemuannya dengan Liebie akhirnya membuka peluang untuk merealisasikan lagu yang telah lama disimpannya.
“Selama ini aku memang belum menemukan penyanyi yang tepat untuk lagu ini, dan saat bertemu Liebie, aku rasa dia yang pas menyanyikannya. Apalagi dengan lirik yang relate dengan banyak orang, seperti lagu-lagu Liebie sebelumnya,” ungkap DJ Stroo.
Selain “Lurus Mentok Belok Kanan”, EP “Lurus Mentok” menghadirkan dua lagu lain, yakni “Jangan-Jangan” dan “Sakitnya Bukan Main”.
“Sakitnya Bukan Main” merupakan lagu ciptaan Liebie yang bercerita mengenai rasa sakit seorang perempuan akibat persoalan cinta. Sementara “Jangan-Jangan” merupakan karya Teddy Jamino dengan produksi musik oleh Gilang AK.
Sementara itu, “Lurus Mentok Belok Kanan” diciptakan sekaligus diproduseri DJ Stroo. Aransemen musik melibatkan Echal Gumilang pada keyboard dan Gilang AK pada gitar. Vocal take dilakukan di Stoodio Music oleh Gilang AK, dengan DJ Stroo sebagai vocal director.

Untuk proses mixing dan mastering, “Lurus Mentok Belok Kanan” ditangani Echal Gumilang. Artwork lagu dikerjakan Naura dan DJ Stroo.
Pada dua lagu lainnya, “Jangan-Jangan” dan “Sakitnya Bukan Main”, produksi musik masing-masing ditangani Gilang AK. Vocal take dilakukan di Stoodio Music oleh Gilang AK yang juga bertindak sebagai vocal director serta mixing dan mastering.
Kehadiran “Lurus Mentok Belok Kanan” juga akan diperkuat dengan perilisan music video. Liebie bersama DJ Stroo selanjutnya berencana menggelar serangkaian kegiatan promosi di sejumlah wilayah untuk memperkenalkan karya kolaborasi tersebut kepada pendengar.
Melalui EP “Lurus Mentok”, Liebie tidak hanya menawarkan karya baru, tetapi juga mencoba mempertemukan karakter dangdut dengan energi musik elektronik dan breakbeat. Kolaborasi bersama DJ Stroo menjadi salah satu eksperimen musikal yang diharapkan mampu menjangkau pendengar lintas generasi sekaligus memperluas warna musik dangdut remix di Indonesia.
EP “Lurus Mentok” yang berisi tiga lagu tersebut telah disiapkan untuk dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. (cahyo)










