Jakarta ! BeritaReportase.com —
Usia boleh terus bertambah, namun stamina dan ketahanan fisik Sudirman Sulaiman—tokoh masyarakat asal Kotamobagu yang akrab disapa Haji Ninong—justru terasa kian prima. Satu bulan setelah menyelesaikan tahap pertama Imunoterapi Nusantara, Haji Ninong kembali mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (28/9/2026), untuk menjalani terapi tahap kedua sekaligus prosedur pengambilan darah.
Dalam kunjungan medis tersebut, Haji Ninong kembali ditangani langsung oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan yang juga mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI (Purn) Prof. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI.
Tetap Lincah Bertanding Padel Melawan Anak Muda
Satu catatan menarik menyatroni perjalanan medis Haji Ninong sebelum memasuki tindakan tahap kedua. Di tengah padatnya rutinitas, ia membuktikan kebugarannya dengan tetap aktif berolahraga intensif, termasuk bermain padel bersama deretan pemuda yang usianya jauh di bawahnya.
“Saya bermain padel bersama anak-anak muda, tidak merasa letih. Sementara anak-anak muda malah merasa capek,” tutur Haji Ninong.
Ketahanan fisik yang ditunjukkan Haji Ninong tak ayal memancing rasa heran dari kawan-kawan bertandingnya. Mereka terkejut melihat energi sang tokoh Kotamobagu tersebut tidak kendur meski harus mengimbangi pergerakan cepat para pemain muda.
“Mereka heran melihat stamina saya,” lanjutnya.
Menurut Haji Ninong, perubahan nyata pada kondisi tubuhnya mulai terasa secara konsisten sejak ia menerima suntikan Imunoterapi Nusantara tahap pertama sekitar sebulan lalu. “Setelah mendapat vaksin imunoterapi tahap pertama, saya merasa kesehatan tubuh semakin baik,” jelasnya.
Manfaat kesehatan ini rupanya juga dirasakan oleh sang istri yang setia mendampingi perjalanan pengobatannya di Jakarta. Ia mengaku daya tahan tubuhnya meningkat drastis dan menjadi tidak mudah terserang penyakit musiman seperti flu setelah mendapatkan penanganan dari Dokter Terawan.
Bagi keluarga Haji Ninong, rangkaian prosedur medis di RSPAD ini merupakan bentuk ikhtiar terstruktur dalam merawat kualitas hidup yang senantiasa diimbangi dengan pengawasan medis profesional.
Mengenal Mekanisme Kerja Imunoterapi Nusantara
Imunoterapi Nusantara merupakan inovasi medis berbasis sel dendritik yang diambil langsung dari dalam tubuh pasien sendiri (autologous). Prosedur medis ini diawali dengan pengambilan sekitar 40 cc darah pasien, yang kemudian diisolasi dan diinkubasi selama kurang lebih tujuh hari hingga menghasilkan sel dendritik semimatur.
Secara fisiologis, sel dendritik memegang peranan krusial sebagai “komandan” sistem kekebalan tubuh yang bertugas mengenali, melatih, serta meregulasi respons imun terhadap berbagai ancaman penyakit.
Prof. Terawan menjelaskan bahwa pendekatan Imunoterapi Nusantara difungsikan untuk meregulasi serta menyeimbangkan respons imun pasien—baik pada kondisi sistem kekebalan yang terlalu rendah (hypoimmune) maupun yang terlalu aktif (hyperimmune).
Karena materi dasar terapi ini murni berasal dari jaringan sel pasien sendiri, risiko reaksi penolakan tubuh maupun efek samping relatif sangat rendah. Meski demikian, Prof. Terawan menegaskan bahwa setiap pasien tetap diwajibkan menjalani seluruh tahapan prosedur dan pemantauan medis secara berkesinambungan.
Perjalanan Haji Ninong dari Kotamobagu menuju RSPAD Gatot Soebroto menjadi bukti nyata bahwa menjaga kesehatan adalah kombinasi antara kemajuan teknologi medis dan semangat hidup yang tak pernah padam. Kesehatan bukan sekadar ketiadaan penyakit, melainkan daya tahan mutlak untuk terus berkarya, bergerak aktif, dan menembus batas usia dengan ketangguhan fisik yang prima.
)**Git / Tjoek / Foto Ist












