Jakarta – BeritaRepotase.com
Penyanyi Icha Yang membawa pengalaman berharga setelah menjalani latihan vokal sekaligus proses rekaman di China. Bukan sekadar menambah kemampuan bernyanyi, perjalanan tersebut menjadi pengalaman istimewa karena untuk pertama kalinya Icha mendapatkan bimbingan langsung dari seorang guru vokal profesional.

Selama berkarier sebagai penyanyi, Icha mengaku lebih banyak mengembangkan kemampuan secara otodidak. Ia belajar melalui pendengaran, pengalaman tampil, serta mengeksplorasi sendiri karakter vokalnya. Namun, kali ini Icha memutuskan untuk lebih serius mengasah kemampuan dengan berguru langsung kepada seorang pengajar vokal di China.

“Ini pengalaman pertama buat Icha punya guru. Selama ini Icha berkarier menyanyi tanpa guru, semuanya belajar sendiri. Makanya, kemarin benar-benar happy dan semangat karena akhirnya bisa belajar langsung dengan seseorang yang memperhatikan dan mengoreksi cara Icha bernyanyi”, tukas Icha dengan penuh antusias.
Menurutnya, proses belajar tersebut memberikan banyak pengetahuan baru. Sang guru tidak hanya memperbaiki teknik vokal, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyampaikan pesan dan emosi sebuah lagu agar dapat dirasakan oleh pendengar.
Icha mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguasaan tempo, teknik bernyanyi, penghayatan lagu, hingga ketepatan pengucapan atau pronunciation. Ia juga mempelajari karakter bernyanyi yang menjadi ciri khas penyanyi China, yang memiliki pendekatan berbeda dengan gaya bernyanyi yang selama ini ia kenal.
Dalam proses latihan, sang guru dikenal tegas dan sangat detail. Setiap kesalahan langsung dikoreksi, sementara bagian yang sudah benar tetap mendapatkan apresiasi. Bagi Icha, sikap tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Ia mengaku sejak awal sudah menanamkan niat untuk fokus menerima setiap masukan. Baginya, kesempatan belajar langsung dengan pengajar berpengalaman harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Kalau ada yang salah, langsung dibenarkan. Cara menyanyi yang biasanya Icha lakukan, diperhatikan lagi, mana yang kurang dan bagaimana seharusnya. Jadi bukan sekadar menyanyi dengan suara bagus, tetapi bagaimana isi dan pesan lagu itu bisa sampai kepada orang yang mendengarkan”, ungkapnya.
Hal yang paling membekas bagi Icha ternyata bukan hanya materi pelajaran, melainkan perhatian tulus sang guru di luar kegiatan latihan.
Ia mengaku terharu ketika mengetahui gurunya begitu memperhatikan berbagai kebutuhan selama berada di China. Bahkan, sang guru secara khusus menyiapkan busana tradisional China untuk dibawa pulang oleh Icha.
Busana tersebut merupakan hasil kerajinan tangan yang proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Menariknya, pakaian itu hanya dibuat satu buah dan sebelumnya pernah dikenakan oleh seorang artis China yang juga merupakan murid sang guru.
Awalnya, Icha mengira busana tersebut hanya dipinjamkan untuk keperluan latihan atau penampilan. Namun, di luar dugaan, sang guru justru memutuskan memberikannya sebagai hadiah khusus.
Perhatian sederhana tetapi penuh makna itu membuat Icha merasa sangat dihargai. Ia melihat hubungan antara guru dan murid bukan hanya sebatas proses berbagi ilmu, tetapi juga kepedulian dan ketulusan.
“Yang bikin Icha terharu itu justru hal-hal yang mungkin tidak terlihat. Beliau benar-benar care. Bukan cuma mengajari cara menyanyi, tetapi semuanya diperhatikan. Bahkan sampai menyiapkan baju khusus untuk Icha. Di situ Icha merasa ketulusan seorang guru benar-benar sampai ke hati”, ujarnya.
Selama di China, Icha menjalani latihan intensif selama sekitar delapan hari, dengan durasi kurang lebih dua jam setiap sesi, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat. Setelah berlatih bersama sang guru, ia juga mendapatkan kesempatan menggunakan ruangan khusus untuk melanjutkan belajar dan mengulang materi.
Untuk tahap awal, pembelajaran tersebut difokuskan pada persiapan single pertamanya. Meski demikian, Icha mengungkapkan sudah ada beberapa tawaran lagu lain yang berpotensi menjadi proyek berikutnya. Ia berharap kesempatan tersebut dapat berlanjut apabila memang menjadi jalan rezekinya.
Pengalaman di China juga menjadi bagian dari perjalanan baru karier Icha. Kini, ia tidak hanya mengandalkan kemampuan yang dibangun secara otodidak, tetapi mulai memperkuat fondasi teknik vokal melalui bimbingan profesional. Dukungan tim dari China dan Indonesia pun menjadi modal untuk mengembangkan kariernya lebih jauh.
Meski kini mulai memiliki aktivitas dan peluang bernyanyi di China, Icha menegaskan Indonesia tetap menjadi tempat yang ingin terus ia perjuangkan dalam perjalanan bermusiknya.
“Icha berharap bisa semakin dikenal, terutama di Indonesia. Sekarang memang sudah mulai bolak-balik Indonesia dan China kalau ada kegiatan menyanyi. Tetapi hati Icha tetap di Indonesia. Icha ingin terus berkarya dan bisa bernyanyi di sini”, ucapnya.
Dengan wajah sumringah, Icha mengaku pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman latihan dan rekaman. Ia mendapatkan ilmu baru, pengalaman berharga, serta pelajaran tentang arti kesungguhan dan ketulusan dalam hubungan antara guru dan murid.
Bagi Icha, perjalanan ke China kali ini menjadi awal babak baru untuk terus berkembang, memperbaiki kualitas vokal, dan melangkah lebih jauh sebagai penyanyi.Pertama Kali Berguru Vokal di China, Icha Yang Terharu dengan Perhatian Sang Guru
Jakarta – Penyanyi Icha Yang membawa pengalaman berharga setelah menjalani latihan vokal sekaligus proses rekaman di China. Bukan sekadar menambah kemampuan bernyanyi, perjalanan tersebut menjadi pengalaman istimewa karena untuk pertama kalinya Icha mendapatkan bimbingan langsung dari seorang guru vokal profesional.
Selama berkarier sebagai penyanyi, Icha mengaku lebih banyak mengembangkan kemampuan secara otodidak. Ia belajar melalui pendengaran, pengalaman tampil, serta mengeksplorasi sendiri karakter vokalnya. Namun, kali ini Icha memutuskan untuk lebih serius mengasah kemampuan dengan berguru langsung kepada seorang pengajar vokal di China.
“Ini pengalaman pertama buat Icha punya guru. Selama ini Icha berkarier menyanyi tanpa guru, semuanya belajar sendiri. Makanya, kemarin benar-benar happy dan semangat karena akhirnya bisa belajar langsung dengan seseorang yang memperhatikan dan mengoreksi cara Icha bernyanyi”, tukas Icha dengan penuh antusias.
Menurutnya, proses belajar tersebut memberikan banyak pengetahuan baru. Sang guru tidak hanya memperbaiki teknik vokal, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyampaikan pesan dan emosi sebuah lagu agar dapat dirasakan oleh pendengar.
Icha mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguasaan tempo, teknik bernyanyi, penghayatan lagu, hingga ketepatan pengucapan atau pronunciation. Ia juga mempelajari karakter bernyanyi yang menjadi ciri khas penyanyi China, yang memiliki pendekatan berbeda dengan gaya bernyanyi yang selama ini ia kenal.
Dalam proses latihan, sang guru dikenal tegas dan sangat detail. Setiap kesalahan langsung dikoreksi, sementara bagian yang sudah benar tetap mendapatkan apresiasi. Bagi Icha, sikap tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Ia mengaku sejak awal sudah menanamkan niat untuk fokus menerima setiap masukan. Baginya, kesempatan belajar langsung dengan pengajar berpengalaman harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Kalau ada yang salah, langsung dibenarkan. Cara menyanyi yang biasanya Icha lakukan, diperhatikan lagi, mana yang kurang dan bagaimana seharusnya. Jadi bukan sekadar menyanyi dengan suara bagus, tetapi bagaimana isi dan pesan lagu itu bisa sampai kepada orang yang mendengarkan”, ungkapnya.
Hal yang paling membekas bagi Icha ternyata bukan hanya materi pelajaran, melainkan perhatian tulus sang guru di luar kegiatan latihan.
Ia mengaku terharu ketika mengetahui gurunya begitu memperhatikan berbagai kebutuhan selama berada di China. Bahkan, sang guru secara khusus menyiapkan busana tradisional China untuk dibawa pulang oleh Icha.
Busana tersebut merupakan hasil kerajinan tangan yang proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Menariknya, pakaian itu hanya dibuat satu buah dan sebelumnya pernah dikenakan oleh seorang artis China yang juga merupakan murid sang guru.
Awalnya, Icha mengira busana tersebut hanya dipinjamkan untuk keperluan latihan atau penampilan. Namun, di luar dugaan, sang guru justru memutuskan memberikannya sebagai hadiah khusus.
Perhatian sederhana tetapi penuh makna itu membuat Icha merasa sangat dihargai. Ia melihat hubungan antara guru dan murid bukan hanya sebatas proses berbagi ilmu, tetapi juga kepedulian dan ketulusan.
“Yang bikin Icha terharu itu justru hal-hal yang mungkin tidak terlihat. Beliau benar-benar care. Bukan cuma mengajari cara menyanyi, tetapi semuanya diperhatikan. Bahkan sampai menyiapkan baju khusus untuk Icha. Di situ Icha merasa ketulusan seorang guru benar-benar sampai ke hati”, ujarnya.
Selama di China, Icha menjalani latihan intensif selama sekitar delapan hari, dengan durasi kurang lebih dua jam setiap sesi, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat. Setelah berlatih bersama sang guru, ia juga mendapatkan kesempatan menggunakan ruangan khusus untuk melanjutkan belajar dan mengulang materi.
Untuk tahap awal, pembelajaran tersebut difokuskan pada persiapan single pertamanya. Meski demikian, Icha mengungkapkan sudah ada beberapa tawaran lagu lain yang berpotensi menjadi proyek berikutnya. Ia berharap kesempatan tersebut dapat berlanjut apabila memang menjadi jalan rezekinya.
Pengalaman di China juga menjadi bagian dari perjalanan baru karier Icha. Kini, ia tidak hanya mengandalkan kemampuan yang dibangun secara otodidak, tetapi mulai memperkuat fondasi teknik vokal melalui bimbingan profesional. Dukungan tim dari China dan Indonesia pun menjadi modal untuk mengembangkan kariernya lebih jauh.
Meski kini mulai memiliki aktivitas dan peluang bernyanyi di China, Icha menegaskan Indonesia tetap menjadi tempat yang ingin terus ia perjuangkan dalam perjalanan bermusiknya.
“Icha berharap bisa semakin dikenal, terutama di Indonesia. Sekarang memang sudah mulai bolak-balik Indonesia dan China kalau ada kegiatan menyanyi. Tetapi hati Icha tetap di Indonesia. Icha ingin terus berkarya dan bisa bernyanyi di sini”, ucapnya.
Dengan wajah sumringah, Icha mengaku pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman latihan dan rekaman. Ia mendapatkan ilmu baru, pengalaman berharga, serta pelajaran tentang arti kesungguhan dan ketulusan dalam hubungan antara guru dan murid.
Bagi Icha, perjalanan ke China kali ini menjadi awal babak baru untuk terus berkembang, memperbaiki kualitas vokal, ndan melangkah lebih jauh sebagai penyanyi.Pungkasnya.
)***Dony (Junod )















