Jakarta ! beritareportase.com/ —
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut hangat terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Senator yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD RI ke-5 ini menilai Gus Kikin sebagai sosok yang tepat untuk menjawab ekspektasi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat peran historis dan ekonomi NU bagi bangsa.
Momentum ini berakar dari penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menaruh harapan besar agar NU terus menjadi penentu stabilitas nasional, memperkokoh perdamaian, serta aktif mewujudkan kemakmuran dan keadilan yang merata hingga ke akar rumput.
LaNyalla menegaskan bahwa profil Gus Kikin yang memadukan kedalaman ilmu agama dan kapabilitas wirausaha sangat relevan untuk menerjemahkan visi strategis pemerintah ke dalam kerja nyata organisasi.
“Harapan Presiden bahwa ‘tidak ada kemakmuran tanpa keadilan’, serta dorongan kuat untuk memberdayakan jaringan pesantren, menemukan momentumnya pada kepemimpinan Gus Kikin. Dengan latar belakang beliau, PBNU akan semakin solid mengawal keadilan ekonomi dan memastikan program-program kesejahteraan umat terdistribusi secara merata di seluruh pelosok negeri,” ujar LaNyalla di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Optimisme LaNyalla didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan Gus Kikin. Selain memiliki akar tradisi keulamaan yang kuat, Gus Kikin terbukti memiliki jiwa entrepreneurship tangguh saat aktif di kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur periode 2000–2013.
“Gus Kikin juga konsisten menyerukan pesan perdamaian, mengedepankan ukhuwah, dan menunjukkan kepatuhan mutlak pada nilai-nilai luhur kiai sepuh. Sikap pengayom ini memperkokoh posisi NU sebagai jangkar rekonsiliasi yang diterima oleh semua pihak,” tambah sosok yang juga bertugas sebagai Dewan Penasehat KADIN Indonesia tersebut.
Sebagai wakil daerah di lembaga legislatif, LaNyalla menyatakan kesiapan penuh DPD RI untuk membangun sinergi strategis dengan kepengurusan baru PBNU. Kolaborasi ini difokuskan pada pengawalan kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan optimalisasi pemberdayaan ekonomi umat.
Ketika kapasitas keulamaan menyatu dengan visi kewirausahaan, PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin bukan sekadar menjadi benteng moral bangsa, melainkan motor penggerak utama yang siap mengkonversi potensi besar pesantren menjadi kesejahteraan nyata seluruh rakyat Indonesia.
)**Tjoek / Foto Ist.










