Irman Gusman Dorong Green Economy dan Green Democracy Jadi Arah Baru Pembangunan Daerah Indonesia

Jakarta ! BeritaReportase.com –

Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan bahwa konsep green economy dan green democracy harus menjadi fondasi baru pembangunan daerah di Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, transformasi digital, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pernyataan tersebut disampaikan Irman dalam agenda Road to Indonesia Regional Impact Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (7/5).

Sebagai anggota Komite I DPD RI, Irman menilai paradigma pembangunan daerah tidak lagi relevan jika hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata. Menurutnya, daerah harus bergerak menuju model pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan inovasi, kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan lingkungan.

“Daerah tidak bisa terus bergantung pada ekonomi ekstraktif berbasis SDA. Dunia sekarang bergerak menuju ekonomi hijau, inovasi, dan penguatan kualitas SDM,” ujar Irman.

Mantan Ketua DPD RI dua periode itu menjelaskan bahwa green economy bukan sekadar isu lingkungan hidup, melainkan strategi besar pembangunan ekonomi masa depan. Konsep tersebut dinilai mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang tetap menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat.

Irman menyebut Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi hijau dunia melalui sektor energi baru terbarukan, ekonomi maritim, keanekaragaman hayati, hingga industri berbasis keberlanjutan.

Ia juga mendukung gagasan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin yang selama ini aktif mendorong percepatan transisi energi hijau dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di berbagai daerah.

“Green economy bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja hijau, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” katanya.

Selain menyoroti ekonomi hijau, Irman turut menekankan pentingnya membangun green democracy atau demokrasi hijau yang lebih partisipatif, egaliter, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Menurutnya, demokrasi Indonesia masih menghadapi tantangan berupa budaya feodal serta ketimpangan pembangunan antarwilayah yang harus segera dibenahi agar pembangunan lebih merata dan berkeadilan.

“Prinsip demokrasi sejatinya adalah kesetaraan dan keadilan sosial. Green democracy menempatkan keberlanjutan, keseimbangan, dan kepentingan bersama sebagai orientasi pembangunan,” ujarnya.

Irman juga mengingatkan bahwa masyarakat global saat ini dihadapkan pada ancaman bersama seperti perubahan iklim, krisis pangan, ketahanan energi, hingga kerusakan lingkungan hidup. Karena itu, pembangunan daerah tidak boleh lagi hanya mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek tanpa memperhatikan keberlanjutan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Irman menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di era ekonomi hijau dan digital yang terus berkembang cepat.

“Kita harus menyiapkan generasi yang melek teknologi, melek AI, dan memiliki perspektif keberlanjutan. Karena keberlanjutan ekonomi pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas SDM,” tegasnya.

Ia juga menilai DPD RI memiliki posisi strategis sebagai jembatan kepentingan daerah dan pemerintah pusat dalam memastikan agenda pembangunan hijau dapat berjalan merata di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi antara DPD RI dan MarkPlus dalam IRIA 2026, Irman berharap lahir ekosistem pembangunan daerah yang mengedepankan prinsip 5P, yakni Planet, People, Prosperity, Peace, dan Partnership.

“Ke depan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan dampak sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.

Di tengah derasnya arus perubahan global, gagasan green economy dan green democracy yang disuarakan Irman Gusman menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar pertumbuhan ekonomi dicapai, tetapi juga oleh kemampuan bangsa menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan keberlanjutan generasi mendatang.

)**Tjoek / Foto Ist.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours