DNA Kenalkan Warna Baru Musik Lewat Album OURORA

Beritareportase.com  – Bagi duo DJ DNA, album perdana OURORA bukan sekadar penanda bertambahnya katalog karya. Album yang resmi dirilis pada 3 Juli 2026 itu menjadi titik balik perjalanan JayJax dan Mister Aloy untuk memperkenalkan identitas musikal mereka yang lebih luas kepada para penikmat musik elektronik.

Selama ini DNA dikenal sebagai salah satu duo DJ yang identik dengan dentuman Indo Bounce dan penampilan enerjik di berbagai panggung hiburan malam. Namun melalui OURORA, keduanya memilih keluar dari zona nyaman dengan menghadirkan eksplorasi lintas genre dalam satu album penuh.

“Selama ini orang mengenal kami lewat breakbeat dan Indo Bounce. Lewat album ini kami ingin menunjukkan bahwa DNA punya banyak warna. Kami tidak ingin terpaku pada satu genre saja,” ujar Mister Aloy saat Press Conference & Exclusive Listening Party di W Superclub Gatsu, Jakarta Selatan, 01 Juli 2026.

Keinginan memperlihatkan sisi baru itu bahkan sudah terlihat sejak tamu memasuki lokasi acara. DNA menghadirkan konsep yang tidak biasa berupa mini karnaval, nuansa pasar malam, instalasi perjalanan karier, hingga deretan alat musik yang pernah mereka gunakan sejak awal berkarya.

DNA Kenalkan Warna Baru Musik Lewat Album OURORA

Menurut Mister Aloy, seluruh elemen tersebut merupakan simbol perjalanan panjang DNA dari nol hingga mampu merilis album penuh. “Kami ingin semua orang merasakan perjalanan kami. Ada foto-foto, alat musik lama, sampai suasana pasar malam karena kami ingin musik DNA bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.

Tak hanya konsep acara yang berbeda, DNA juga membuka malam peluncuran album dengan aransemen orkestra. Penampilan tersebut menjadi kejutan tersendiri mengingat selama ini keduanya lebih dikenal lewat pertunjukan klub yang penuh energi.

JayJax mengatakan, orkestra dipilih sebagai cara untuk menunjukkan bahwa DNA mampu menghadirkan karya yang lebih matang tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai entertainer.

“Kami memang suka bercanda saat tampil. Tapi lewat album ini kami juga ingin menunjukkan kalau kami bisa serius dalam berkarya. Karena itu kami memasukkan unsur orkestra sebagai pembuka,” ujar JayJax.

Album OURORA berisi 18 lagu yang disusun layaknya sebuah perjalanan. DNA tidak hanya menawarkan musik untuk berdansa, tetapi juga membangun sebuah narasi yang menghubungkan setiap lagu dari awal hingga akhir.

DNA Kenalkan Warna Baru Musik Lewat Album OURORA

Cerita dimulai dari lagu Who Tf Are We yang memperkenalkan siapa sebenarnya DNA, kemudian berlanjut ke Quest of The Sea sebagai simbol awal perjalanan mereka, hingga memasuki fase-fase emosional tentang perjuangan, rasa sakit, pencarian jati diri, cinta, patah hati, dan akhirnya menemukan harapan baru.

Sejumlah skit juga disisipkan sebagai penghubung agar alur cerita album terasa utuh. “Kalau didengarkan berurutan, sebenarnya album ini punya benang merah. Ada cerita dari lagu pertama sampai lagu terakhir,” ungkap JayJax.

Dari sisi musikal, OURORA menjadi ruang eksplorasi bagi DNA. Selain tetap mempertahankan karakter Indo Bounce, album ini juga menggabungkan techno, dirty dutch, trap, future house, drum and bass, hingga sentuhan hip-hop dan musik tradisional Indonesia.

Eksplorasi tersebut diperkuat lewat kolaborasi dengan sejumlah musisi, di antaranya PARKZ, Qory Gore, Syeqy, Indahkus, WLVS, dan YB atau Reza Oktavian.

DNA Kenalkan Warna Baru Musik Lewat Album OURORA

Bagi JayJax, lagu Anomali menjadi salah satu karya paling menantang karena memadukan berbagai genre sekaligus menghadirkan unsur musik lokal dalam balutan musik elektronik modern. “Kami ingin membuktikan kalau genre apa pun bisa dipadukan menjadi satu karya yang tetap enak didengar. Itu yang kami lakukan di Anomali,” ujarnya.

Sementara Mister Aloy mengaku memiliki kedekatan emosional dengan lagu Love Ya dan Feel It Comin karena proses kolaborasi yang berlangsung menyenangkan.

Di balik hasil akhir yang kini dinikmati publik, OURORA menyimpan proses panang. Produksi album dimulai sejak akhir 2023 dan harus diselesaikan di tengah padatnya jadwal manggung DNA sebagai resident DJ.

“Kami sempat mengalami banyak perbedaan pendapat, terutama soal waktu. Jadwal tampil yang padat membuat proses produksi cukup berat. Tapi semua itu akhirnya terbayar ketika album ini selesai,” kata Mister Aloy.

Nama OURORA sendiri dipilih karena terinspirasi dari aurora yang memiliki beragam warna. Filosofi tersebut menggambarkan DNA sebagai proyek yang dibangun oleh banyak orang dengan berbagai ide, karakter, dan latar belakang.

“DNA bukan hanya saya dan Aloy. Ada banyak orang di belakang layar yang ikut membangun perjalanan ini. Mereka semua adalah bagian dari warna OURORA,” tutur JayJax.

DNA Kenalkan Warna Baru Musik Lewat Album OURORA

Peluncuran album ini juga menjadi awal dari rangkaian tur DNA ke sejumlah kota di Indonesia. Duo tersebut berjanji akan membawa konsep pertunjukan yang memadukan musik, visual, dan hiburan sehingga penonton tidak hanya menikmati lagu, tetapi juga merasakan pengalaman yang mereka bangun sejak memasuki dunia OURORA.

Bagi DNA, album perdana ini bukan sekadar pencapaian, melainkan awal dari perjalanan baru sebagai musisi elektronik yang terus bereksplorasi tanpa kehilangan karakter khas mereka.

“Ini adalah diri kami yang sebenarnya. Kami ingin mengajak pendengar mengenal DNA lebih dalam melalui OURORA,” pungkas Mister Aloy. (cahyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *