Ussy Pieters Rangkul Musisi Lintas Genre Lewat Festival Parade Band Jabodetabek

Beritareportase.com – Silaturahmi menjadi semangat utama di balik penyelenggaraan Festival Parade Band se-Jabodetabek 2026 yang digagas Ussy Pieters bersama Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) DKI Jakarta. Digelar di Concert Hall DeHeng House, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026), festival ini mempertemukan 24 grup band dengan latar belakang genre dan karakter musikal yang beragam.

Bagi Ussy Pieters, festival musik tidak semata-mata menjadi tempat bagi para musisi untuk tampil di atas panggung. Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kembali kedekatan antarpelaku musik, memperluas jaringan, serta menjaga semangat berkarya di tengah dinamika industri hiburan.

Sebagai penyanyi dan musisi senior yang kini memimpin DPD PAPPRI DKI Jakarta, Ussy Pieters berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi komunitas musik. Festival ini menjadi langkah awal kepemimpinannya untuk mempertemukan para musisi dalam sebuah kegiatan yang mengedepankan kebersamaan dan keberagaman.

“Jadi, sebenarnya saya membuat acara ini untuk mengangkat para musisi. Kita silaturahmi, jadi bukan sekadar event. Setelah dampak pandemi kemarin, banyak musisi yang sempat vakum. Makanya, saya ingin mengajak mereka untuk tetap semangat dan terus berkarya,” kata Ussy Pieters saat ditemui awak media.

Menurutnya, dampak pandemi sempat membuat sebagian musisi menghentikan aktivitas mereka. Karena itu, kesempatan untuk kembali tampil bersama menjadi penting, bukan hanya untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga memulihkan hubungan sosial dan profesional yang terbangun di antara para pelaku musik.

Festival Parade Band se-Jabodetabek 2026 menghadirkan beragam warna musik, mulai dari keroncong, pop, jazz, alternative rock, classic rock, dangdut, Melayu, R&B, salsa, latin, hingga funky soul. Keberagaman ini memperlihatkan luasnya ekspresi musikal yang tumbuh di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Sejumlah grup turut membawakan repertoar yang berkaitan dengan perjalanan musik lintas generasi, termasuk lagu-lagu legendaris The Beatles, Santana, God Bless, dan Koes Plus. Kehadiran materi musik klasik tersebut memberikan ruang bagi lagu-lagu yang telah melekat dalam sejarah musik populer untuk kembali dinikmati melalui penampilan para band.

Beberapa nama yang tampil antara lain Ussy Pieters Band, Keroncong Irama Suka Suka, Grapyax’s Band dari DPC PAPPRI Jakarta Utara, Vermilon, PinQ & Friends, Beatlemania Club Band, Ote Abadi, Jakarta Ladies Band, DBoss, dan Thomshell Band.

Ussy Pieters Ketua Umum DPD PAPPRI DKI Jakarta,
Ussy Pieters Ketua Umum DPD PAPPRI DKI Jakarta,

Rangkaian pertunjukan juga menghadirkan Ussy Pieters PAPPRI Choir yang membawakan lagu “Sampai Kapan” dan “Calypso”. Setelah itu, parade dilanjutkan oleh Ussy Pieters En Friends Band, Sixty Four Band, Mandeka Band, Tommy En Friends Band, Second Born, HS Band Duth, Laskar Band, Fly To The Moon, Malaycoustic, Precious Band/Jakarta Precious Salsa, Fourbeat Band, V.R 6 Dalian Band, d’Braska Band, serta Nu Page.

Setiap grup menghadirkan ciri khas masing-masing. Ada yang menghidupkan kembali nuansa musik era 1980-an dan 1990-an, sementara lainnya mengeksplorasi musik rock, dangdut, Melayu, pop, R&B, hingga salsa. Perbedaan tersebut menjadi bagian penting dari konsep festival yang tidak membatasi ruang tampil berdasarkan genre tertentu.

Bagi Ussy Pieters, musik memiliki kemampuan untuk mempertemukan orang-orang dengan latar belakang dan pengalaman berbeda. Melalui panggung bersama, para musisi dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membuka peluang untuk menjalin kerja sama pada masa mendatang.

Kiprah Ussy Pieters dalam menyelenggarakan festival ini juga menyoroti peran perempuan dalam menggerakkan komunitas musik. Ia tidak hanya menjalani aktivitas sebagai penyanyi dan pemain musik, tetapi juga mengambil tanggung jawab dalam membangun ruang pertemuan bagi sesama pelaku seni.

Ussy Pieters dikenal sebagai harpist pertama di Indonesia dan memiliki pengalaman sebagai choir master yang memimpin berbagai kelompok paduan suara. Pengalaman panjangnya di dunia musik menjadi bagian dari perjalanan yang kini berlanjut melalui kegiatan organisasi dan pengembangan komunitas.

Sebagai Ketua Umum DPD PAPPRI DKI Jakarta, Ussy Pieters ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah yang aktif memfasilitasi kebutuhan musisi. Festival Parade Band menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya itu, dengan menyediakan kesempatan tampil bagi band lokal sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas.

Kolaborasi antara DPD PAPPRI DKI Jakarta dan Ussy Pieters Entertainment juga membawa pesan bahwa pengembangan industri musik membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Selain menyediakan panggung, kegiatan semacam ini dapat memperluas pengenalan publik terhadap organisasi profesi yang menaungi artis penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik.

Di tengah kesibukannya, Ussy Pieters tetap aktif menjalani profesinya sebagai musisi. Ia mengungkapkan memiliki tiga band dan masih tampil di sejumlah tempat di Jakarta. Aktivitas tersebut membuat perannya sebagai penggerak komunitas berjalan berdampingan dengan pengalaman langsung sebagai pelaku musik.

Ussy Pieters berharap festival ini dapat mendorong para musisi untuk terus produktif dan mengembangkan potensi mereka. Ia ingin kesempatan tampil tidak hanya berhenti pada acara tersebut, tetapi menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang menuju perkembangan karier di tingkat nasional maupun internasional.

Ussy Pieters Bersama Jajaran DPD PAPPRI DKI Jakarta
Ussy Pieters Bersama Jajaran DPD PAPPRI DKI Jakarta

“Harapan saya, musisi tetap berkarya dan maju terus. Mudah-mudahan bisa berkembang di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ussy Pieters

Ia juga telah merencanakan festival berikutnya yang berfokus pada tembang-tembang era 1970-an. Rencana ini menjadi kelanjutan dari upayanya mempertemukan berbagai generasi melalui musik, sekaligus memberi ruang bagi lagu-lagu bernilai nostalgia untuk tetap hidup di tengah perkembangan selera pendengar.

Selain menginisiasi kegiatan bagi komunitas, Ussy Pieters juga melanjutkan perjalanan musikalnya melalui single solo berjudul “Sampai Kapan”. Lagu tersebut mengangkat refleksi personal dan spiritual tentang hubungannya dengan Tuhan, memperlihatkan sisi ekspresif Ussy Pieters dalam menyampaikan pengalaman batin melalui karya musik.

Festival Parade Band se-Jabodetabek 2026 pun menjadi pertemuan antara pertunjukan, silaturahmi, dan upaya menjaga keberlanjutan aktivitas bermusik. Keberagaman genre yang hadir menunjukkan bahwa perbedaan karakter musikal dapat berjalan berdampingan dalam satu ruang kreatif.

Melalui kegiatan ini, Ussy Pieters dan DPD PAPPRI DKI Jakarta berupaya membangun lingkungan musik yang lebih terbuka bagi para pelaku seni. Dengan memperkuat hubungan antarmusisi dan menyediakan kesempatan untuk terus tampil, festival tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menjaga gairah bermusik sekaligus memperluas peluang kolaborasi di industri musik Indonesia. (doni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *