Beritareportase.com – Musisi sekaligus pelaku bisnis kuliner, Restu Fortuna, menjalani perjalanan panjang dalam meniti karier di industri musik Indonesia. Sejak awal 2000-an, ia mulai serius berkarya sebagai pencipta lagu dan perlahan membangun namanya melalui proses kreatif yang lahir dari pengalaman hidup sehari-hari.
Diungkapkan oleh Restu Fortuna, bahwa dirinya mulai aktif di dunia musik sekitar tahun 2004. Keputusan besar untuk merantau ke Jakarta diambil demi mengembangkan karier dan memperluas jaringan di industri hiburan. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan hidup di ibu kota sambil terus mempertahankan idealisme bermusik.
“Perjalanan ke Jakarta tentu penuh tantangan. Tapi semua itu menjadi bagian dari proses yang membentuk saya sampai sekarang,” ujar Restu Fortuna.
Dalam dunia musik, Restu Fortuna dikenal sebagai pencipta lagu yang produktif. Hingga kini, ia mengaku telah menulis sekitar 70 lagu dengan beragam genre, mulai dari pop, dangdut, hingga nuansa Melayu dan keroncong. Baginya, setiap lagu memiliki karakter dan rasa yang berbeda sehingga proses penciptaannya tidak pernah sama.

Restu Fortuna mengaku inspirasi bisa datang kapan saja, bahkan saat baru bangun tidur. Namun ada pula lagu yang harus dibongkar ulang berkali-kali karena dirasa belum sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan. “Ada lagu yang selesai sangat cepat, tapi ada juga yang harus direvisi beberapa hari sampai benar-benar pas,” katanya.
Salah satu karya yang baru dirilis adalah lagu yang dipersembahkan untuk sang istri. Lagu tersebut terinspirasi dari kisah cinta remaja yang sederhana, tentang masa-masa sekolah dan munculnya rasa suka untuk pertama kalinya.
Restu Fortuna juga pernah berkolaborasi dengan putra Presiden Indonesia dalam sebuah proyek lagu. Salah satu lirik yang ia kenang berbunyi, “Walaupun kau bukan wanita tercantik, tapi hanya kaulah yang ku cinta.” Menurutnya, lirik sederhana sering kali justru lebih mudah menyentuh perasaan pendengar.
Tak hanya berkarya di musik, Restu Fortuna juga sukses merambah dunia kuliner. Semua bermula secara tidak sengaja ketika ia aktif membuat podcast dan sering menerima banyak tamu dari kalangan artis maupun komunitas. Dari situ muncul ide untuk menyediakan makanan bagi para tamu yang datang.
Restu Fortuna mulai memasak sendiri menu seperti bakso, rawon, hingga gado-gado. Di luar dugaan, masakannya mendapat respons positif dan banyak orang ketagihan dengan cita rasanya.
“Awalnya cuma untuk teman-teman yang datang ke podcast. Lama-lama banyak yang suka dan akhirnya berkembang jadi usaha,” ungkap Restu Fortuna.

Usaha kuliner tersebut kemudian berkembang pesat hingga akhirnya ia membuka tempat yang lebih besar di kawasan Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan. Tempat itu kini dikenal sebagai ruang berkumpul lintas komunitas, mulai dari komunitas motor, musik, fotografi, tari, hingga jurnalis.
Menurut Restu Fortuna, konsep tempat usahanya memang dibuat sebagai wadah berkumpul dan berbagi kreativitas. Nama “Komune” dipilih karena memiliki arti perkumpulan atau komunitas. “Siapa saja yang punya komunitas silakan datang. Tempat ini memang dibuat untuk berkumpul dan menikmati suasana bersama,” katanya.
Restu Fortuna juga mengaku bangga karena tempat usahanya pernah dikunjungi ratusan artis dan sejumlah pejabat negara. Meski begitu, ia tetap memegang prinsip sederhana dalam menjalankan bisnis, yakni menjaga kualitas makanan, hubungan baik dengan tim dapur, serta selalu melayani pelanggan dengan senyum.
Menu rawon dan gado-gado menjadi andalan yang paling banyak dicari pengunjung. Bahkan banyak teman dan pelanggan yang menyebut cita rasa masakannya memiliki karakter khas rumahan yang sulit dilupakan.
Bagi Restu Fortuna, musik dan kuliner memiliki kesamaan, yaitu sama-sama lahir dari rasa. Melalui lagu maupun masakan, ia ingin menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan banyak orang. (doni)

+ There are no comments
Add yours