Jakarta ! beritareportase.com/ –
Di tengah riuk pikuk Kota Jakarta Selatan, sebuah sudut ruang yang hangat dibilangan Lebak Bulus menjadi saksi bisu kehangatan silaturahmi para seniman musik lintas generasi. Gelak tawa, petikan gitar, dan lantunan lagu-lagu nostalgia membuncah, menghidupkan kembali memori kejayaan musik tanah air.
Di antara deretan wajah familiar tersebut, hadir penyanyi senior Indah Permatasari. Wanita yang akrab disapa Indah ini tampak begitu menikmati momen kebersamaan bersama para sahabat sejawatnya. Bagi Indah, musik bukan sekadar rekam jejak karier, melainkan ruang bernapas sekaligus tempatnya untuk kembali pulang.
“Kita biasa di sini kumpul-kumpul silaturahmi bersama teman-teman lama, artis-artis era dulu, makan-makan, bernyanyi. Ya, menghilangkan stres dari rutinitas,” ujar Indah hangat saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Rekam Jejak Musikalitas dan Kejayaan Pop Disko
Musikalitas Indah Permatasari sesungguhnya telah tertanam kuat sejak masa kecil. Tumbuh dalam keluarga seniman dengan kakak-kakak yang aktif bermusik membuat darah seni mengalir deras dalam nadinya.
Saat usianya baru menginjak sembilan tahun, ia telah memberanikan diri tampil di panggung-panggung ikonik Ibu Kota, seperti Taman Ria Senayan dan Taman Ria Monas.
Pengalaman panggung tersebut membentuk karakter vokalnya secara matang sebelum akhirnya memasuki dapur rekaman usai menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.
Langkah besar dalam karier profesionalnya terukir saat ia mengolah ulang lagu-lagu karya maestro Titiek Puspa. Indah memberikan sentuhan berani dengan membalut karya-karya legendaris seperti ‘Apanya Dong’, ‘Cinta Monyet’, hingga ‘Si Hitam’ ke dalam aransemen pop disko yang segar.
Album tersebut sukses mencuri perhatian publik dan melambungkan namanya di belantika musik Indonesia.
Bersiap Rilis Single Baru Karya Yonni Dores
Kini, di tengah kesibukannya mengurus keluarga, panggilan panggung kembali mengetuk pintunya. Indah tengah bersiap merilis single terbaru yang judulnya masih ia rahasiakan. Lagu tersebut merupakan karya berharga dari Yonni Dores yang dipilih secara khusus dari beberapa opsi sebelum proses rekaman dimulai.
“Sebelum take vocal rekaman, kita memilih lagu terlebih dahulu. Diberikan beberapa pilihan, ada tiga sampai empat lagu yang saya dengar. Namun, yang merasa paling pas adalah lagu ini,” ungkap Indah membocorkan proses kreatifnya.
Pemilihan lagu ini bukan tanpa alasan. Menurut Indah, karya tersebut menyimpan kedalaman emosional yang sangat personal. Lirik dan melodinya menjadi muara bagi rasa rindu yang terpendam kepada mendiang suaminya yang telah berpulang cukup lama.
“Ada kesan rindu dan memori di dalamnya, karena suami saya sudah almarhum cukup lama. Lagu ini menjadi ungkapan curahan hati saya,” tuturnya jujur.
Menjalani Hidup dan Karya Seperti Aliran Air
Meski diwarnai kedalaman rasa, Indah memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam mengemas publikasinya. Penggarapan video klip masih dirancang secara matang tanpa beban target. Menanggapi spekulasi mengenai keterlibatan sahabat dekatnya, Dinky Ardillano, dalam visualisasi klip tersebut, Indah meresponsnya dengan tenang.
“Belum ada ide pasti. Tidak harus bersama Dinky Ardillano, karena Dinky adalah sahabat sejati bagi semua orang. Beliau akrab dengan siapa saja,” jelasnya santai.
Sikap tenang ini mencerminkan filosofi hidup Indah dalam memandang masa depan. Baik dalam urusan asmara, karier, maupun dinamika kehidupan sehari-hari, ia memilih untuk menjalani segalanya tanpa beban berlebih.
“Semua berjalan apa adanya. Tidak mencari, tetapi juga tidak menutup diri. Mengalir saja seperti air sungai,” tambahnya.
Gairah bermusik yang mengakar kuat dalam jiwanya tidak pernah luntur oleh waktu. Bakat seninya pun kini menurun kepada sang anak yang turut mengikuti jejaknya di dunia musik. Meski disibukkan dengan agenda domestik, tawaran pertunjukan luar kota seperti di Bandung masih terus berdatangan.
“Semua saya jalankan mengikuti alur waktu. Bernyanyi adalah panggilan jiwa yang tidak akan pernah bisa dilepaskan,” tegas Indah.
Pada akhirnya, dedikasi Indah Permatasari membuktikan bahwa ketulusan dalam berkarya tidak pernah tergerus zaman; ia akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk bermuara dan menyentuh sanubari para pendengar.
)**Tjoek / Foto Ist.










