Sinergi Unggul Aviasi: UNSURYA dan Federasi Pilot Indonesia Resmi Buka Akses Pendidikan Tinggi Bagi Penerbang Aktif

Jakarta ! BeritaReportase.com —

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) memperkokoh komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) kedirgantaraan kelas dunia. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Federasi Pilot Indonesia (FPI), kedua lembaga ini sepakat membangun jalan akademis bagi para praktisi udara.

Prosesi penandatanganan kerja sama berdurasi lima tahun tersebut berlangsung khidmat di Aula Hercules, Kampus A UNSURYA, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Kamis (13/8/2026).

Langkah integratif berbasis Tridharma Perguruan Tinggi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan industri aviasi global yang makin dinamis.

Poin krusial dalam Perjanjian Kerja Sama ini terletak pada implementasi skema konversi kompetensi. Pengalaman kerja, sertifikasi profesi, dan akumulasi jam terbang para pilot akan diselaraskan ke dalam kurikulum perguruan tinggi serta diakui langsung dalam bobot Satuan Kredit Semester (SKS).

Rektor UNSURYA, Marsekal Muda (Purn) Dr. Sungkono dan Presiden Federasi Pilot Indonesia, Captain M. Ali Nahdi, usai penandatanganan MoU di Aula Hercules, Kampus A UNSURYA, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Kamis (13/8/2026).

Rektor UNSURYA, Marsekal Muda (Purn) Dr. Sungkono, menjelaskan bahwa skema ini memberikan kepastian jenjang pendidikan tinggi bagi para pilot sekaligus memperkuat arah kebijakan sains dan teknologi nasional.

“Sinergi ini mewadahi para pilot Indonesia agar tidak hanya unggul di ruang kokpit, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan akademis serta kepatuhan hukum penerbangan yang kokoh,” tutur Dr. Sungkono.

Pengalaman teknis di dalam kokpit kerap menjadi fondasi utama seorang aviator. Namun, melangkah ke kursi kepemimpinan eksekutif—seperti posisi Direktur Operasi hingga Direktur Utama maskapai—membutuhkan penguasaan manajemen, tata kelola finansial, dan kepatuhan hukum penerbangan secara komprehensif.

Presiden Federasi Pilot Indonesia, Captain M. Ali Nahdi, menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademis ini merupakan upaya murni untuk menyerap keilmuan aplikatif demi penguatan karier jangka panjang, bukan sekadar formalitas regulasi.

“Terbang itu penuh dengan kalkulasi dan pengambilan keputusan (decision making). Namun, untuk urusan manajemen eksekutif dan kepemimpinan organisasi, dibutuhkan fondasi keilmuan akademis yang kokoh. Selama kita masih hidup, menuntut ilmu adalah kebutuhan mutlak,” ujar Captain M. Ali Nahdi usai prosesi penandatanganan.

Melalui kemitraan strategis ini, para penerbang aktif dapat menempuh jenjang sarjana maupun pascasarjana melalui skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang adaptif dan fleksibel di tengah padatnya jadwal dinas udara.

Mendukung pernyataan tersebut, Dekan UNSURYA, Dr. Aprilia Sakti K., S.Si., M.Si., menekankan keberlanjutan program melalui riset ilmiah terpublikasi dan sosialisasi masif terkait mekanisme pendaftaran.

“Dinamika perkembangan kedirgantaraan bergerak sangat cepat. Melalui MoU ini, tanggung jawab utama kita adalah memastikan implementasi nyata: ada perkuliahan yang berjalan, riset yang terpublikasi, serta dampak positif yang terukur bagi kualitas SDM Indonesia,” tegas Dr. Aprilia.

Agenda bersejarah ini turut dihadiri oleh Sekjen FPI Captain Setiadji Wiwandoko, Marsma (Purn) Supandi Parto dari FDI, Ketua Asosiasi Helikopter Indonesia Captain Yunus, perwakilan Kepolisian Tubagus, serta jajaran Wakil Rektor dan pimpinan lembaga UNSURYA.

Oleh karenanya kemitraan antara UNSURYA dan Federasi Pilot Indonesia sukses memadukan kepakaran akademisi dengan presisi para praktisi udara, ujar Sekjen FPI Captain Setiadji Wiwandoko.

)*Yuri G / Foto: Istimewa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *