Jakarta ! BeritaReportase.com –
Dukungan penuh mengalir bagi kepemimpinan Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), Achmad Azran (Bang Azran). Senator asal Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, menegaskan bahwa langkah Bang Azran dalam memimpin dan melestarikan kebudayaan Betawi bukan sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi Republik Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Komeng saat menghadiri pelantikan pengurus DPP FORKABI di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Menurut Komeng, Pasal 32 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara eksplisit mengamanatkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.
“Pak Azran sebagai Ketua FORKABI sama saja mendukung kebudayaan. Pak Menteri Kebudayaan juga sudah menyampaikan bahwa Pasal 32 UUD mengamanatkan kita untuk mengangkat kebudayaan Indonesia. Berarti Bang Azran bersama teman-teman FORKABI sedang menjalankan amanat konstitusi itu,” ujar Komeng.
Kebudayaan Soft Power Bangsa
Komedian senior yang kini duduk di kursi DPD RI/MPR RI tersebut menilai kebudayaan harus menempati posisi terdepan dalam fondasi pembangunan nasional. Sebelum mengukur kekuatan ekonomi dan materi, identitas budaya suatu bangsa harus berdiri kokoh terlebih dahulu.
Budaya, menurut Komeng, merupakan instrumen soft power yang paling efektif untuk memperkenalkan jati diri Indonesia ke panggung internasional.
Bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen budaya asing, melainkan harus aktif membawa kekayaan lokal mendunia.
Secara khusus, Komeng menyoroti potensi kuliner Betawi yang dinilainya memiliki daya tarik luar biasa sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan tradisi.
“Saya titip kepada saudara saya Bang Azran, kalau bisa makanan-makanan Betawi ikut diangkat. Jangan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mendunia. Budaya itu bukan hanya kesenian, tetapi juga kuliner, adat, bahasa, dan seluruh kekayaan yang kita miliki,” tutur Komeng diselingi candaan khasnya.
Momentum Strategis Bersama Kementerian Kebudayaan
Komeng turut mengapresiasi langkah strategis Presiden Prabowo Subianto yang menghadirkan Kementerian Kebudayaan sebagai entitas mandiri.
Kehadiran kementerian khusus ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian terfokus pada perlindungan dan pengembangan warisan budaya.
Momentum emas ini, tegas Komeng, harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh elemen masyarakat dan ormas kebudayaan seperti FORKABI untuk melangkah lebih agresif.
FORKABI Siap Jadi Rumah Besar Pelestari Budaya dan UMKM
Menanggapi dukungan tersebut, Ketua Umum DPP FORKABI sekaligus Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menilai pandangan Komeng memberikan suntikan energi segar bagi seluruh jajaran pengurus dan warga FORKABI.
Bang Azran menegaskan bahwa FORKABI berkomitmen penuh menjadi wadah inklusif bagi budayawan, seniman, generasi muda, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner Betawi.
“Apa yang disampaikan Bang Komeng menjadi pengingat bahwa merawat budaya Betawi bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan menjalankan amanat konstitusi. FORKABI akan terus menjadi rumah besar untuk bersama-sama memajukan budaya Betawi agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Bang Azran.
Inklusivitas ini telah diwujudkan secara nyata dengan merangkul berbagai tokoh serta seniman Betawi—termasuk figur populer seperti Munaroh—dalam struktur dan kegiatan organisasi.
Kolaborasi lintas sektor, mulai dari seni pertunjukan, bahasa, pencak silat, hingga ragam kuliner khas, akan menjadi motor penggerak utama pelestarian tradisi Betawi.
Ketika nilai-nilai luhur tradisi dipadukan dengan komitmen hukum tertinggi negara, pelestarian budaya tak lagi sekadar nostalgia masa lalu, melainkan fondasi kokoh untuk memancarkan martabat bangsa di mata dunia.
)**Tjoek / Foto Ist.















