Beritareportase.com – Peristiwa bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/07/2026), yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan, menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat. Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Rasa keprihatinan diisampaikan oleh Ustad Yusrul Hana selaku Ketua Tanfidziah PCNU Jakarta Pusat, atas peristiwa yang dinilai mencederai semangat persaudaraan dan kebhinekaan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai momentum memperkuat nilai-nilai persatuan dan menjaga kerukunan antarsesama.
Menurut Ustad Yusrul Hana setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Konflik yang muncul di tengah masyarakat seharusnya diselesaikan melalui cara-cara yang beradab dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku.
“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat. Karena itu, hendaknya kita saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Jangan sampai emosi sesaat merusak kerukunan yang telah terbangun,” kata Ustad Yusrul Hana.
Ditegaskan oleh Ustad Yusrul Hana bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, setiap perbedaan pandangan maupun kepentingan harus disikapi secara dewasa dan tidak dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Diingatkan pula oleh Ustad Yusrul bahwa penegakan hukum merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masyarakat diminta untuk memberikan ruang kepada aparat kepolisian dalam menjalankan proses penyelidikan secara profesional dan objektif.
“Kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi hukum dan persatuan. Ketika terjadi persoalan, penyelesaiannya harus melalui jalur yang benar, bukan melalui kekerasan atau tindakan yang justru merugikan banyak pihak,” ujar Ustad Yusrul Hana.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan di tengah masyarakat. Sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dinilai sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Ustad Yusrul Hana, nilai-nilai ukhuwah, toleransi, dan gotong royong yang menjadi bagian dari budaya bangsa harus terus dipelihara, terlebih di wilayah Jakarta yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam. “Mari kita jaga Jakarta sebagai rumah bersama yang aman dan damai. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” ujarnya.
Harapan disampaikan oleh Ustad Yusrul Hana agar insiden bentrokan di Menteng tidak kembali terulang di kemudian hari. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, menghormati proses hukum yang berjalan, serta terus menumbuhkan budaya damai demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan tertib di tengah masyarakat.
“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk semakin menjaga persatuan, menghormati sesama, dan bersama-sama merawat kedamaian demi Indonesia yang lebih baik,” pungkas Ustad Yusrul Hana. (sulis)
















